JAKARTA - Persaingan di dalam tim membuat setiap kesempatan tampil menjadi sangat berarti.
Meski hanya beberapa menit, kehadiran pemain di lapangan tetap memberi dampak bagi permainan. Dalam kondisi kompetisi yang ketat, menit bermain menjadi sarana menjaga ritme dan kepercayaan diri.
Regulasi liga memperbolehkan tujuh pemain asing dan pemain U-22 masuk sebagai starter. Aturan ini membuat persaingan memperebutkan tempat utama semakin berat. Setiap pemain lokal harus siap memaksimalkan peluang yang terbatas.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh M. Supriadi di Persik. Kesempatan bermain harus dibagi dengan pemain asing dan pemain muda. Situasi ini menuntut kesiapan mental dan fisik setiap kali diberi kesempatan.
Peran Supriadi dalam Laga Penting
M. Supriadi merasakan manfaat besar saat tampil sebagai pemain pengganti. Ia masuk dalam laga ketika Persik menghadapi Dewa United dan meraih kemenangan 2-1. Momen tersebut menjadi kesempatan penting untuk kembali merasakan atmosfer pertandingan.
Winger kanan eks Persebaya ini masuk menggantikan pemain impor Ernesto Gomez pada menit ke-80. Dengan tambahan perpanjangan waktu, total durasi bermainnya mencapai 18 menit. Meski singkat, kontribusi tersebut menjadi pengalaman berharga.
"Ini pertandingan sangat penting bagi tim dan saya pribadi. Persik menang dan saya ada di dalamnya. Saya berterima kasih kepada coach Marcos Reina memberi kesempatan main," ucapnya.
Proses Kembali Bangkit Setelah Cedera
Supriadi sedang berada dalam proses memulihkan kepercayaan diri. Musim sebelumnya, ia harus menjalani operasi akibat cedera yang dialaminya. Kondisi tersebut membuatnya kehilangan banyak menit bermain.
Pada musim ini, Supriadi baru tampil dalam sepuluh laga. Total menit bermainnya mencapai 398 menit dengan torehan satu gol. Dari seluruh penampilan tersebut, ia belum pernah menjadi pilihan utama sebagai starter.
Menit bermain harus dibagi dengan pemain U-22 seperti Hugo Samir dan Wigi Pratama. Persaingan ini membuat Supriadi perlu bersabar dan konsisten. Setiap kesempatan tampil dimanfaatkan untuk menunjukkan kesiapan.
Menjaga Ritme di Tengah Persaingan
Kehadiran pemain asing turut memperketat persaingan di lini serang Persik. Setiap pemain harus siap beradaptasi dengan peran yang diberikan pelatih. Peran sebagai pengganti tetap membutuhkan kesiapan maksimal.
Periode cedera sebelumnya membuat Supriadi hanya tampil enam kali. Total menit bermainnya saat itu hanya 197 menit. Situasi tersebut menjadi tantangan besar bagi proses pemulihan performa.
Kesempatan bermain meski singkat menjadi sarana menjaga sentuhan bola. Ritme pertandingan membantu pemain kembali menemukan kepercayaan diri. Proses ini penting bagi pemain yang baru pulih dari cedera.
Makna Kesempatan dan Rasa Syukur
Supriadi menyadari setiap menit bermain memiliki arti penting. Kesempatan tampil membantu memulihkan sentuhan bola dan mental bertanding. Hal tersebut menjadi modal untuk terus bersaing di dalam tim.
"Saya selalu bersyukur bisa main di sebuah pertandingan. Ini membantu saya memulihkan sentuhan bola dan kepercayaan diri. Ini penting bagi saya yang baru pulih dari cedera," tuturnya. Pernyataan tersebut menggambarkan sikap positif dalam menjalani proses pemulihan.
Dengan memaksimalkan peluang yang ada, Supriadi berharap terus berkembang. Konsistensi latihan dan kesiapan mental menjadi kunci menghadapi persaingan. Setiap menit di lapangan dimanfaatkan sebagai langkah menuju performa terbaik.