Blok Masela: Presiden Minta BUMN Bantu Pengusaha Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 | 21:08:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan badan usaha milik negara (BUMN) serta Danantara Indonesia untuk mendampingi pelaku usaha lokal. 

Langkah ini bertujuan agar mereka bisa terlibat aktif dan menikmati keuntungan dari pembangunan Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela di Maluku Barat Daya.

Saat meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, Presiden Prabowo menekankan bahwa pengembangan sektor energi wajib memberi dampak riil bagi warga, khususnya lewat partisipasi pengusaha di sekitar wilayah proyek.

"Kalau ada pengusaha lokal yang mungkin masih kurang kompetensinya, ya dibantu. Harus ada keberpihakan, ada affirmative action," kata Prabowo.

Kepala Negara meminta semua pihak yang berpartisipasi dalam proyek Blok Masela untuk memprioritaskan pekerja maupun pengusaha daerah. Menurut Presiden, jika kapasitas pelaku usaha lokal dirasa masih kurang, pemerintah wajib turun tangan memberikan sokongan agar mereka bisa ikut andil.

Presiden Prabowo menyatakan bahwa BUMN, Danantara, dan Pertamina harus menyalurkan bimbingan teknis kepada para pengusaha lokal demi mendongkrak kapabilitas mereka sekaligus merasakan faedah ekonomi proyek tersebut.

"Nanti dari perusahaan-perusahaan BUMN, dari Danantara, dari Pertamina, mengarahkan bantuan-bantuan teknis. Kami ingin semua merasakan dampak dari program ini," ujar Prabowo.

Presiden Prabowo pun menegaskan seluruh rangkaian pembangunan, mulai dari transformasi ekonomi, hilirisasi, hingga industrialisasi, wajib mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi rakyat.

"Ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Semua ini milik rakyat. Tanggung jawab kami adalah menjamin bahwa rakyat merasakan manfaatnya, sehingga komitmen tadi, mengutamakan putra daerah, membantu pengusaha-pengusaha lokal," jelas Prabowo.

Proyek Blok Masela ini menjadi bagian dari agenda pemerintah guna mengakselerasi hilirisasi serta industrialisasi di tanah air. Berdasarkan penuturan Presiden, proses hilirisasi memerlukan suplai energi yang cukup demi menopang sektor industri.

"Kami harus melakukan hilirisasi dan hilirisasi ini membutuhkan energi. Energi kami sangat banyak. Hanya ada dua sampai tiga tahun masa transisi," ujar Presiden.

Terkini