Arahan Andi Wijaya Bikin IPO Saham PRDL Dikebut 6 Bulan

Kamis, 09 Juli 2026 | 04:01:41 WIB
PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL). (Foto: NET)

JAKARTA — Instruksi langsung dari pendiri Prodia Group, Andi Wijaya (90), mendorong jajaran manajemen PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL) atau Proline untuk memacu seluruh proses persiapan melantai di bursa hanya dalam waktu 6 bulan.

Direktur Utama Prodia Diagnostic Line Cristina Sandjaja memaparkan bahwa agenda penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PRDL bergulir secara tiba-tiba sesaat setelah ia mendapatkan perintah khusus pada awal tahun ini.

“Pak Andi baru memberikan arahan ke saya pada 16 Januari 2026. Beliau meminta perusahaan untuk IPO tahun ini. Saya sempat menawar agar ditunda tahun depan, tetapi beliau menegaskan harus tahun ini selagi beliau masih ada," ujar Cristina saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (9/7/2026).

Setelah menerima mandat tersebut, Cristina segera bergerak taktis mengonsolidasikan internal perusahaan. 

Hanya berselang dua pekan pasca-perintah itu diturunkan, perseroan langsung menetapkan penjamin emisi efek (underwriter) dan melaksanakan rapat perdana bersama seluruh jajaran profesi penunjang pasar modal pada 25 Januari 2026.

Percepatan kinerja ini membuahkan hasil dengan rampungnya draf prospektus pertama dalam kurun waktu dua bulan. Manajemen tidak menampik bahwa seluruh personel harus merelakan waktu istirahat dan memeras keringat tanpa henti demi mengejar pemenuhan aspek finansial serta legalitas.

“Perjalanan Proline dalam mempersiapkan IPO ini selama 6 bulan sangat luar biasa. Kami bekerja tanpa henti, siang dan malam, bahkan sering kali hingga subuh. Hari Sabtu dan Minggu tidak pernah terlewat untuk koordinasi,” kenang Cristina.

Langkah membawa PRDL menuju pasar perdana terasa semakin berat lantaran situasi pasar modal di sepanjang semester pertama 2026 dihantam volatilitas tinggi. 

Di samping faktor ekonomi makro, Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menerapkan mekanisme penyaringan yang jauh lebih ketat terhadap para calon emiten.

Perusahaan juga harus melewati dinamika penyelarasan regulasi, salah satunya penyesuaian ketentuan batas minimal saham publik (free float) yang sempat ramai dibicarakan imbas adanya evaluasi dari indeks global MSCI. 

Walakin, segala rintangan tersebut berhasil dilewati secara optimal hingga perseroan resmi mengantongi pernyataan efektif.

Segala pengorbanan itu berbuah manis. Walaupun kondisi pasar tengah bergejolak, saham PRDL justru menorehkan pencapaian gemilang lewat kelebihan pemesanan (oversubscribed) mencapai 709 kali pada porsi penjatahan terpusat. 

Berdasarkan catatan manajemen, tingginya ketertarikan dari para investor ritel domestik ini menjadi salah satu yang terbesar sepanjang sejarah pelaksanaan IPO di tanah air.

Cristina menekankan, pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata bahwa pasar modal Indonesia masih sangat bergairah dan mendambakan instrumen investasi segar, terutama pada korporasi yang memperlihatkan konsistensi tata kelola yang baik (good corporate governance/GCG) serta fundamental yang kuat selama tiga tahun ke belakang.

"Oleh karena itu, seleksi ketat dari regulator sebenarnya membuat investor di Indonesia bisa lebih lega karena perusahaan yang berhasil lolos IPO dipastikan sudah tersaring dengan sangat baik," pungkasnya.

Terkini