Survei Kemendukbangga: Generasi Muda Indonesia Ingin Bangun Keluarga

Rabu, 08 Juli 2026 | 21:29:33 WIB
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menyatakan bahwa sebagian besar generasi muda di tanah air masih memiliki keinginan untuk menikah dan mempunyai anak sebagai cita-cita ideal masa depan mereka.

"Mayoritas masyarakat tetap ingin menikah dan memiliki anak, baik di provinsi besar maupun wilayah timur, mayoritas masyarakat tetap memilih menikah. Temuan ini selaras dengan survei UNFPA bahwa masyarakat Indonesia tetap memiliki keinginan membangun keluarga dan memiliki anak," kata Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto dalam taklimat media menuju Hari Kependudukan Sedunia di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Oleh sebab itu, cara pandang mengenai kependudukan sekarang telah bergeser dari slogan dua anak cukup, menjadi berencana itu keren demi menciptakan keluarga yang berkualitas. 

Pemerintah pun tetap mengupayakan keseimbangan penduduk atau demografi berkelanjutan di mana angka populasi tidak boleh terlampau tinggi ataupun terlampau rendah, akan tetapi, titik berat kebijakan tidak lagi cuma membatasi jumlah keturunan.

"Narasi yang dikembangkan bergeser menjadi 'Dua anak lebih sehat', bukan sekadar 'Dua anak cukup'. Memiliki lebih dari dua anak diperbolehkan selama kualitas hidup, pendidikan, dan kesehatan anak tetap terjamin," ucap Bonivasius.

Guna menanggapi fenomena tersebut, Kemendukbangga/BKKBN senantiasa memperkuat ketahanan demografi lewat jalur ketahanan keluarga, yang selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Akan tetapi, lanjut Bonivasius Prasetya Ichtiarto, saat ini tanah air tengah dihadapkan pada bermacam tantangan pokok seperti beban ekonomi keluarga atau kendala bagi perempuan pekerja yang masih menanggung beban dalam mengasuh anak.

"Salah satu solusi adalah menyediakan daycare atau Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) di lingkungan kerja. Daycare mampu meningkatkan kualitas pengasuhan, meningkatkan produktivitas pekerja perempuan, serta memberikan ketenangan bagi ibu saat bekerja. Gagasan penyediaan daycare di perusahaan juga telah disampaikan dalam pertemuan Presiden dengan jajaran pemerintah," tuturnya.

Merujuk pada survei demografi UNFPA yang dilakukan di 73 negara, diperoleh hasil bahwa lebih dari dua per tiga responden tetap memosisikan institusi pernikahan sebagai pilihan jalan hidup ideal mereka. 

Temuan data tersebut mematahkan asumsi bahwa kaum muda saat ini mulai menjauhi nilai-nilai kekeluargaan. Kendati demikian, mereka menerapkan standar yang cukup tinggi.

Kaum muda secara gamblang mendahulukan terwujudnya kestabilan finansial beserta kesehatan jasmani dan rohani yang optimal sebagai kriteria wajib sebelum melangkah ke jenjang kehidupan baru. 

Walaupun dua per tiga responden merasa percaya diri terhadap masa depan individu mereka, muncul kecemasan kolektif yang besar terkait ketidakpastian ekonomi global, ancaman konflik, serta kesenjangan sosial.

Kendala paling besar (72 persen) bersumber dari pertimbangan situasi ekonomi yang penuh tantangan serta minimnya akses terhadap tempat tinggal yang layak, di mana hal ini menjadi faktor krusial yang paling sering membendung keinginan untuk mempunyai anak.

Halaman :

Terkini