Perlindungan Lahan dan Petani Jaga Ketahanan Pangan

Jumat, 13 Februari 2026 | 08:26:45 WIB
Perlindungan Lahan dan Petani Jaga Ketahanan Pangan

JAKARTA - Ketahanan pangan nasional tidak berdiri sendiri, melainkan bergantung pada keberlanjutan lahan pertanian dan kesejahteraan petani kecil. 

Di tengah tekanan alih fungsi lahan, keberpihakan kebijakan menjadi penentu masa depan produksi pangan. Tanpa langkah tegas, penyusutan sawah berpotensi menggerus kapasitas pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak akan tercapai bila lahan pertanian terus berkurang. Ia menilai petani kecil, termasuk yang tinggal di kawasan hutan, masih kerap luput dari perhatian negara. Kondisi tersebut dinilai menghambat upaya menjaga produksi pangan jangka panjang.

Menurutnya, pemerintah harus menciptakan kebijakan yang menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan di tengah meningkatnya tekanan alih fungsi lahan untuk kebutuhan nonpertanian. 

"Tanpa perlindungan yang tegas luas sawah akan terus menyusut dan berdampak langsung pada produksi pangan nasional," ujarnya. Penegasan ini menunjukkan pentingnya perlindungan lahan sebagai fondasi kebijakan pangan.

Ancaman Alih Fungsi Lahan Sawah

Alih fungsi lahan sawah menjadi tantangan utama yang menggerus basis produksi pangan. Tekanan pembangunan nonpertanian kerap mendorong penyusutan luas lahan produktif. Kondisi ini berpotensi menurunkan kapasitas produksi pangan nasional.

Penyusutan sawah berdampak langsung pada stabilitas pasokan pangan di berbagai daerah. Dampak jangka panjangnya dapat memicu kerentanan terhadap fluktuasi produksi. Oleh karena itu, perlindungan lahan perlu menjadi agenda prioritas kebijakan.

Upaya pengendalian alih fungsi lahan dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan. Kebijakan yang konsisten diharapkan mampu menahan laju konversi lahan. Dengan perlindungan yang kuat, keberlanjutan produksi pangan dapat terjaga.

Perhatian bagi Petani Kawasan Hutan

Pemerintah menaruh perhatian khusus pada petani yang mengelola lahan di kawasan hutan dan perhutanan sosial. Kelompok ini selama ini kerap menghadapi kendala akses bantuan karena persoalan status lahan. Padahal mereka aktif berproduksi dan menopang pangan di daerahnya.

Keterbatasan akses bantuan berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan petani kawasan hutan. Hambatan administratif membuat dukungan negara tidak selalu menjangkau kelompok ini. Kondisi tersebut perlu diatasi agar kontribusi mereka diakui.

”Dari dulu saya perjuangkan masyarakat desa hutan. Masa mereka tidak dapat bantuan dari pemerintah. Kami perjuangkan saudara-saudara kita di perhutanan sosial agar bisa dapat,” ucapnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen untuk memperluas akses bantuan. Pengakuan terhadap peran petani kawasan hutan menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan.

Menjaga Sawah dan Produksi Pangan

Menjaga keberadaan sawah dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan. Sawah menjadi sumber utama produksi pangan nasional yang menopang kebutuhan masyarakat. Keberlanjutan sawah berbanding lurus dengan stabilitas produksi.

Keberadaan petani di kawasan hutan juga berperan dalam menjaga pasokan pangan daerah. Kontribusi mereka membantu memperluas basis produksi di wilayah yang terbatas. Dengan dukungan kebijakan, peran ini dapat dioptimalkan.

"Kita harus menjaga sawah dan di saat yang sama memperjuangkan saudara-saudara kita di kawasan hutan. Mereka ini petani juga, tidak boleh ditinggalkan hanya karena tidak punya sertifikat atau HGU (hak guna usaha)," terangnya. Pernyataan ini menegaskan prinsip keadilan dalam kebijakan pangan. Pengakuan terhadap semua petani menjadi kunci keberlanjutan pasokan.

Penguatan Kebijakan Pengendalian Lahan

Penguatan kebijakan pengendalian alih fungsi lahan menjadi agenda penting pemerintah. Regulasi diarahkan untuk menjaga luas sawah agar tidak terus tergerus pembangunan nonpertanian. Kebijakan yang tegas diharapkan memberi kepastian bagi petani.

Koordinasi lintas kementerian diperlukan untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif. Sinergi kebijakan akan memperkuat perlindungan lahan dan keberlanjutan produksi pangan. Dengan koordinasi yang baik, dampak kebijakan dapat dirasakan di lapangan.

Pembahasan kebijakan pengendalian alih fungsi lahan menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah. Regulasi ini diharapkan memperkuat perlindungan sawah sebagai basis produksi pangan. Implementasi yang konsisten akan menentukan keberhasilan kebijakan.

Komitmen Negara pada Ketahanan Pangan

Komitmen negara dalam menjaga ketahanan pangan tercermin dari perlindungan lahan dan perhatian kepada petani. Kebijakan yang berpihak pada petani kecil menjadi fondasi keberlanjutan produksi. Dukungan ini diperlukan agar petani tetap menjadi aktor utama pangan nasional.

Perlindungan lahan dan pengakuan terhadap petani kawasan hutan perlu berjalan beriringan. Keduanya saling melengkapi dalam menjaga kapasitas produksi pangan. Dengan pendekatan inklusif, ketahanan pangan dapat diperkuat.

Langkah-langkah kebijakan diharapkan mampu menjaga pasokan pangan secara berkelanjutan. Keberlanjutan produksi akan menentukan stabilitas pangan nasional ke depan. Dengan komitmen yang konsisten, tujuan ketahanan pangan dapat dicapai.

Terkini