JAKARTA - Meski aktivitas sosial dan pembelajaran di sejumlah wilayah terdampak bencana mulai kembali berjalan normal, pemerintah memastikan proses pemulihan
Perbaikan infrastruktur publik terus dipercepat sebagai bagian dari upaya pemulihan berkelanjutan di berbagai daerah di Sumatera.
Tim Media Presiden melaporkan bahwa kehidupan masyarakat di wilayah terdampak kini berangsur pulih. Namun demikian, pembersihan dan rehabilitasi fasilitas umum tetap dilakukan agar ruang-ruang publik benar-benar kembali layak dan aman digunakan dalam jangka panjang.
Laporan yang diterima di Jakarta pada Jumat menyebutkan, di berbagai daerah terdampak prajurit TNI bekerja menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, hingga gerobak untuk membersihkan sisa lumpur banjir, melakukan pengecatan, serta memperbaiki bangunan.
Kegiatan tersebut menyasar sekolah, balai pengajian, rumah ibadah, hingga fasilitas publik lain yang menjadi pusat aktivitas warga.
Sekolah dan Balai Pengajian Dibersihkan di Aceh
Di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, personel TNI terlibat langsung dalam pengecatan fasilitas pendidikan. Selain itu, mereka juga melakukan pembersihan balai meunasah dan balai pengajian agar dapat kembali dimanfaatkan masyarakat dengan nyaman.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen menjaga keberlangsungan kegiatan belajar dan aktivitas keagamaan warga pascabencana. Fasilitas pendidikan dan tempat ibadah dinilai memiliki peran penting dalam membangun kembali semangat masyarakat setelah menghadapi masa sulit.
Upaya serupa juga berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang. Di wilayah ini, pembersihan dilakukan pada sekolah dasar dan menengah guna mendukung kelancaran proses belajar mengajar. Beberapa sekolah yang menjadi sasaran kegiatan antara lain SDN Benua Raja dan SMPN 3 Kejuruan Muda di Kecamatan Rantau.
Dengan kondisi bangunan yang kembali bersih dan tertata, siswa dan tenaga pendidik diharapkan dapat menjalankan aktivitas pendidikan secara lebih nyaman dan aman.
Pemulihan Fasilitas Publik di Sumatera Utara
Tidak hanya di Aceh, percepatan pemulihan infrastruktur publik juga dilakukan di Sumatera Utara. Di wilayah ini, kegiatan difokuskan pada sekolah, pasar desa, serta rumah ibadah lintas agama yang sebelumnya terdampak bencana.
Di Desa Hutagodang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, pembersihan dilakukan di sejumlah fasilitas pendidikan, termasuk madrasah ibtidaiyah dan sekolah dasar. Personel TNI bekerja bersama warga setempat untuk membersihkan sisa lumpur dan memperbaiki bagian bangunan yang rusak.
Kehadiran aparat bersama masyarakat dalam kegiatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama dalam proses pemulihan.
Gotong Royong Bersihkan Rumah Ibadah Lintas Agama
Pembersihan rumah ibadah lintas agama juga menjadi perhatian. Di Desa Hutagodang dan Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batangtoru, personel TNI bersama warga melakukan gotong royong membersihkan gereja dan masjid.
Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial antarwarga. Rumah ibadah sebagai ruang spiritual dan sosial memiliki peran strategis dalam membangun kembali optimisme masyarakat.
Dengan dibersihkannya tempat ibadah, masyarakat dapat kembali melaksanakan kegiatan keagamaan dalam suasana yang lebih layak dan kondusif.
Pemulihan Ruang Sosial dan Interaksi Warga
Perbaikan infrastruktur publik yang dilakukan pemerintah tidak semata-mata menyasar aspek fisik. Sekolah, pasar, balai desa, dan rumah ibadah merupakan pusat interaksi sosial yang menopang kehidupan masyarakat sehari-hari.
Sekolah menjadi ruang pembelajaran dan pembentukan karakter generasi muda. Pasar desa berperan dalam menggerakkan roda ekonomi lokal. Balai desa dan balai pengajian menjadi tempat berkumpul serta mempererat hubungan sosial antarwarga. Sementara itu, rumah ibadah memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan.
Melalui kerja terpadu antara TNI dan masyarakat, pemerintah menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak berhenti ketika kondisi mulai stabil. Upaya perbaikan terus dilanjutkan agar fasilitas publik benar-benar kembali berfungsi optimal.
Kehadiran prajurit TNI yang bekerja dengan peralatan sederhana menunjukkan bahwa pemulihan dilakukan secara bertahap namun konsisten. Cangkul, sekop, dan gerobak menjadi alat utama untuk membersihkan sisa lumpur banjir dan memperbaiki bagian bangunan yang terdampak.
Langkah ini sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih aman dan nyaman. Perhatian terhadap fasilitas publik terus dilakukan sebagai fondasi bagi keberlanjutan aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.
Dengan pemulihan yang terus berjalan, ruang-ruang publik di Sumatera diharapkan dapat kembali menjadi pusat kegiatan warga tanpa hambatan. Pemerintah pun menegaskan bahwa percepatan perbaikan infrastruktur publik merupakan bagian dari strategi pemulihan jangka panjang demi menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat pascabencana.