Pelanggan Telkomsel, Indosat, XLSMART Jelang Tambah Frekuensi

Pelanggan Telkomsel, Indosat, XLSMART Jelang Tambah Frekuensi
Tiga operator seluler raksasa tanah air, yakni PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), PT Indosat Tbk. (ISAT), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL). (Foto: NET)

JAKARTA — Tiga operator seluler raksasa tanah air, yakni PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), PT Indosat Tbk. (ISAT), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL), kini tengah berkompetisi untuk mendapatkan alokasi frekuensi tambahan pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz hari ini. 

Keberhasilan memperoleh tambahan spektrum ini diproyeksikan bakal mendongkrak kualitas pelayanan bagi para pengguna mereka. Lalu, bagaimanakah peta kekuatan jumlah pelanggan dari ketiga korporasi tersebut saat ini?

Sebelumnya, dinamika industri pertelekominian di Indonesia sepanjang triwulan pertama (Q1) sejak tahun 2024 hingga 2026 memperlihatkan grafik yang stagnan atau berada di titik jenuh. 

Skema bisnis para pelaku industri kini tidak lagi berfokus pada kuantitas penjualan kartu SIM, melainkan bergeser pada peningkatan kualitas basis pengguna aktif demi menggenjot pendapatan rata-rata per pengguna atau Average Revenue Per User (ARPU). 

Di sisi lain, konstelasi persaingan turut bergeser setelah rampungnya langkah penggabungan usaha antara XL Axiata dan Smartfren yang melahirkan entitas baru bernama XLSMART pada tahun 2025.

Di bawah ini dipaparkan data komparasi total pengguna dari tiga perusahaan telekomunikasi terbesar di tanah air pada Kuartal I periode 2024, 2025, dan 2026:

Telkomsel: Mendominasi Pasar Ditengah Kejenuhan

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) terpantau masih kokoh berada di puncak tertinggi penguasa pasar seluler di Indonesia, meski grafik total penggunanya terus mengalami penurunan. 

Pada kuartal pertama tahun 2024, perusahaan yang menjadi anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) ini tercatat mengantongi sebanyak 159,9 juta pelanggan.

Ketika memasuki kuartal pertama tahun 2025, angka tersebut menyusut menjadi di kisaran 158,8 juta pengguna, hingga akhirnya tersisa di angka 153,67 juta pelanggan pada periode kuartal pertama tahun 2026.

Penyusutan ini dipicu oleh kondisi industri yang telah mencapai titik jenuh. Pihak manajemen secara sadar memilih untuk melepas para pengguna yang memberikan profitabilitas rendah demi mengejar peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna (Average Revenue Per User/ARPU).

Indosat (ISAT): Langkah Rasionalisasi dan Pembersihan Kartu Nonaktif

Kondisi yang tidak jauh berbeda juga melanda PT Indosat Tbk. (ISAT). Operator ini sempat mengecap pertumbuhan sebesar 2,3% secara tahunan hingga menembus angka 100,8 juta pelanggan pada kuartal pertama tahun 2024 berkat proses integrasi pascamerger dengan Tri. Namun setelah itu, mereka mulai memasuki masa penurunan.

Pada kuartal pertama tahun 2025, total pelanggan Indosat merosot ke angka 95,0 juta pengguna yang disebabkan oleh kebijakan pembersihan kartu SIM yang sudah tidak aktif serta melemahnya kondisi daya beli makro. 

Tren koreksi ini terus berlanjut hingga triwulan pertama tahun 2026 ke angka 94,0 juta pengguna. Bila diakumulasikan, Indosat telah kehilangan sekitar 6,8 juta pengguna sejak tahun 2024 demi menjalankan rasionalisasi kualitas jaringan serta mendongkrak profitabilitas dari sektor komersial.

XLSMART: Dampak Positif dari Aksi Korporasi Merger

Peningkatan yang paling signifikan dan agresif justru ditunjukkan oleh korporasi hasil konsolidasi baru, XLSMART. Pada triwulan pertama tahun 2024, XL Axiata awalnya membukukan 57,6 juta pengguna berkualitas dengan prioritas utama pada strategi layanan konvergensi (Fixed Mobile Convergence/FMC). 

Jumlah tersebut kemudian berkembang secara organik menjadi 58,8 juta pelanggan pada kuartal pertama tahun 2025.

Lonjakan secara masif baru terlihat pada kuartal pertama tahun 2026 setelah XL Axiata secara resmi menuntaskan proses mega merger bersama Smartfren, yang kemudian melahirkan entitas baru XLSMART. 

Jumlah basis pelanggan dari gabungan kedua vendor ini langsung melonjak tajam ke angka 67,40 juta pelanggan. Langkah strategis perusahaan ini dinilai sukses merebut pangsa pasar dalam jumlah besar, sekaligus memimpin ekspansi infrastruktur lewat kepemilikan jumlah menara BTS 5G terbanyak di tanah air saat ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index