JAKARTA — Samsung secara resmi meluncurkan lini Galaxy Watch 8 Series ke pasar global. Jam tangan pintar premium ini membawa pembaruan besar berupa integrasi penuh dengan kecerdasan buatan Google Gemini AI serta sokongan performa dari prosesor berfabrikasi 3 nanometer.
Kehadiran perangkat ini diprediksi akan memperketat persaingan di pasar gawai pakai (wearable devices) dunia, sekaligus menantang dominasi Apple Watch dan perangkat olahraga Garmin pada rentang harga Rp5 juta hingga Rp8 jutaan.
Smartwatch ini hadir dalam dua opsi varian. Varian Standar mengusung desain kasual dan sporty yang dinamis menggunakan bodi Armour Aluminium serta kaca Sapphire Crystal.
Di sisi lain, varian Classic menyasar pencinta jam tangan analog mewah dengan bentuk bantalan (cushion-shape), dilengkapi bezel fisik yang bisa diputar, serta opsi material bodi dari Stainless Steel atau Titanium Blend.
Dapur pacu Exynos W1000 berfabrikasi 3 nanometer menjadi andalan utama perangkat ini untuk memastikan operasional antarmuka Wear OS 6 berjalan sangat lancar. Keterbacaan layar juga meningkat tajam berkat panel Super AMOLED yang memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 3.000 nits.
Untuk fitur kesehatan, Samsung menyematkan pemantau indeks molekul antioksidan (AGEs Index), beban vaskular, pelacakan Sleep Apnea, hingga kontrol gerakan tangan pintar seperti ketukan udara dan cubitan ganda (double pinch) untuk menerima panggilan.
Di segmen premium, perangkat ini menawarkan fleksibilitas ekosistem Wear OS yang ramah bagi seluruh pengguna Android, menjadikannya pembeda saat disandingkan dengan Apple Watch Series 10 atau 11.
Baterai Galaxy Watch 8 mampu bertahan antara 30 hingga 40 jam, sedikit di atas daya tahan seri reguler Apple Watch yang berada di kisaran 18 sampai 36 jam. Opsi varian Classic bahkan memiliki ruang penyimpanan internal hingga 64 GB yang setara dengan kapasitas memori milik pesaing utamanya itu.
Namun, situasinya berbeda jika jam pintar ini dikomparasikan dengan perangkat olahraga murni buatan Garmin, seperti seri Venu 4 atau Fenix 8.
Galaxy Watch 8 memimpin sebagai jam tangan gaya hidup (lifestyle) yang mendukung komunikasi interaktif seperti panggilan telepon langsung, membalas pesan, dan instalasi beragam aplikasi pihak ketiga dari Google Play Store.
Sementara itu, Garmin tetap unggul telak dalam hal ketahanan baterai yang bisa mencapai 7 hingga 14 hari serta keandalan navigasi lima tombol fisik untuk olahraga ekstrem.
Di samping kelebihan tersebut, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan konsumen. Kekurangan yang paling terasa adalah tingginya ketergantungan perangkat ini pada ekosistem Samsung sendiri.
Fitur kesehatan medis yang penting, seperti perekaman detak jantung (ECG), pemantauan tekanan darah, hingga analisis komposisi tubuh yang mendalam hanya dapat berfungsi optimal jika disinkronisasikan dengan ponsel pintar Samsung Galaxy.
Selain itu, pengguna tetap harus mengisi daya setiap hari apabila mengaktifkan fitur GPS dan Always-On Display secara terus-menerus. Samsung juga menerapkan mekanisme pengunci tali jam yang baru, sehingga pemilik tidak bisa menggunakan strap dari generasi terdahulu.
Melihat harga global yang dipatok pada kisaran US$349 hingga US$499, perkiraan harga resmi saat masuk ke pasar Indonesia dinilai akan tetap kompetitif. Untuk varian Galaxy Watch 8 Standar (Bluetooth/LTE) diproyeksikan akan dipasarkan mulai dari rentang Rp6,25 juta hingga Rp8,9 juta per unit.