IHSG Anjlok ke Level 5.820, Saham Big Caps Tumbang

IHSG Anjlok ke Level 5.820, Saham Big Caps Tumbang
Ilustrasi - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: NET)

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyelesaikan perdagangan pada Senin (29/6/2026) dengan berada di zona merah pada posisi 5.820,79. Kemerosotan indeks acuan ini dipicu oleh pelemahan harga saham sejumlah emiten berkapitalisasi pasar besar (big caps), seperti TPIA, BREN, hingga BBCA.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks komposit terpangkas 1,28 persen atau berkurang 75,34 poin ke level 5.820,79. Pada perdagangan tersebut, indeks sempat dibuka pada posisi 5.932,02 dan mencapai titik tertinggi di 5.942,77. 

Secara keseluruhan, terdapat 214 saham yang bergerak menguat, 449 saham terkoreksi, dan 149 saham tidak bergerak dari posisi semula, dengan total kapitalisasi pasar menyentuh Rp10.205,34 triliun.

Di tengah kejatuhan saham-saham raksasa, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,31 persen ke Rp1.770, disusul oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang naik 1,23 persen ke level Rp825 per saham. 

Namun, penurunan dalam dialami oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang anjlok 4,74 persen ke Rp1.710 per saham, serta PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang merosot 4,48 persen menjadi Rp3.200. 

Begitu pula dengan saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) yang melemah 4,38 persen, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terpangkas 4,05 persen, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 2,82 persen.

Indeks komposit memang sudah menunjukkan performa yang kurang memuaskan sejak awal pekan dan terus bertahan di zona merah hingga akhir sesi pertama. Data BEI mencatat pada paruh pertama perdagangan, IHSG melemah 0,97 persen atau kehilangan 57,14 poin sehingga mendarat di level 5.839,41.

Berdasarkan analisis Tim Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia, tekanan pada indeks komposit bersumber dari aksi jual masif terhadap beberapa saham emiten big caps. Pelemahan di sesi pertama ini utamanya didorong oleh koreksi saham perbankan besar seperti BBCA yang turun 2,4 persen dan Bank Mandiri yang melemah 1,0 persen. 

Kondisi tersebut sejalan dengan indeks sektoral, di mana sektor finansial (IDX Finance) serta infrastruktur (IDX Infrastructure) mengalami penurunan paling tajam. Sebaliknya, hanya sektor kesehatan (IDX Health) yang mampu menguat dan bertahan di zona hijau dari seluruh sektor yang ada di bursa.

Memasuki akhir sesi I, IHSG terpantau anjlok hingga 2,42 persen atau berkurang 141,04 poin ke level 5.679,75. Pada sesi ini, hanya 103 saham yang mampu menguat, sementara 618 saham melemah, dan 238 saham bergerak stagnan.

Merujuk data IDX Mobile pada pukul 09.01 WIB, IHSG dibuka melemah 0,66 persen atau 38,28 poin ke posisi 5.782. Perdagangan pagi itu dimulai dengan volume transaksi sebesar 438,9 juta saham dengan nilai mencapai Rp621,6 miar, serta kapitalisasi pasar di angka Rp10.142 triliun. 

Saat pembukaan, 179 saham menguat, 227 saham melemah, dan 553 saham stagnan. Emiten penentu indeks seperti BBCA dibuka turun 3,38 persen ke Rp5.725, BBRI turun 0,35 persen ke Rp2.830, TLKM melemah 0,41 persen ke Rp2.400, BMRI turun 0,51 persen ke Rp3.920, serta AMMN yang minus 1,82 persen ke Rp3.240. 

Di sisi lain, saham penahan koreksi yang dibuka menghijau meliputi BREN naik 2,19 persen ke Rp3.270, DSSA naik 0,61 persen ke Rp830, dan TPIA menguat 1,46 persen ke level Rp1.735.

IHSG diprediksi masih akan melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan hari ini, Selasa (30/6/2026). Analisis dari tim riset MNC Sekuritas menilai pergerakan indeks masih berada di bawah MA20 akibat kuatnya tekanan jual. Posisi indeks komposit saat ini diperkirakan tengah berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv].

"Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.723-5.784," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Selasa (30/6/2026).

Sementara itu, potensi penguatan dalam jangka pendek diproyeksikan akan menguji rentang level 5.837-5.845. MNC Sekuritas menetapkan area support indeks berada di level 5.784 dan 5.594, dengan level resistance pada posisi 6.286 dan 6.459.

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index