Langkah Strategis Pupuk Indonesia Bidik Tambang di Belarus

Langkah Strategis Pupuk Indonesia Bidik Tambang di Belarus
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Indonesia lewat PT Pupuk Indonesia tengah melangsungkan proses due diligence atau uji tuntas untuk berpartisipasi dalam kepemilikan saham tambang potasium di Belarus.

"PT Pupuk sedang melakukan due diligence untuk bicara mengenai ikut saham di dalam pengembangan tambang (Potas di Belarus)," kata Menko Airlangga di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Airlangga menyebutkan, uji tuntas terkait kepemilikan saham potas oleh PT Pupuk Indonesia ini bertujuan untuk memastikan kelancaran produksi pupuk NPK di dalam negeri. Oleh sebab itu, keterlibatan saham di tambang Potas Belarus menjadi langkah yang sangat strategis, mengingat Indonesia tidak mempunyai tambang komoditas tersebut.

"Kami juga bekerja sama secara strategis, Indonesia tidak punya potas. Untuk itu kami melakukan peningkatan kepemilikan saham di dalam tambang," ujarnya.

Airlangga memaparkan, jika Indonesia tidak mempunyai saham di tambang Potas, maka pasokan impornya rentan terganggu saat terjadi disrupsi, kondisi yang berbeda jika kita memiliki saham di tambang tersebut. 

Maka dari itu, ketahanan pangan domestik diharapkan dapat lebih kokoh dan terhindar dari kecemasan akan gangguan pasokan setelah kepemilikan saham berhasil dilakukan.

"Peningkatan dari kepemilikan saham di dalam tambang (penting). Karena kalau tanpa kepemilikan seperti sekarang, kalau ada disrupsi, impornya juga bisa terdisrupsi," katanya.

Sebelumnya, Airlangga menyampaikan bahwa nilai perdagangan antara Indonesia dan Belarus yang berkisar di angka 220 juta dolar Amerika Serikat menunjukkan tren kenaikan pasca-penandatanganan EAEU.

"Kami berharap penandatangan EAEU ini segera diratifikasi. Bapak Presiden sudah mempersiapkan surat ke DPR untuk Rusia dan Belarus sudah meratifikasi perjanjian ini," ujarnya.

Airlangga mengemas harapan agar nilai investasi serta jalinan kerja sama Indonesia-Belarus mampu terdongkrak hingga menyentuh 500 juta dolar AS, sekaligus membuka peluang bagi produk-produk asal Indonesia untuk dipasarkan di sana.

"Kami berharap dalam waktu dekat bisa mencapai sampai dengan 500 juta dolar AS," ucapnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index