6 Jenis Pakaian yang Tidak Perlu Langsung Dicuci Setelah Dipakai

6 Jenis Pakaian yang Tidak Perlu Langsung Dicuci Setelah Dipakai
Celana Jeans.

JAKARTA - Mencuci pakaian memang langkah utama menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. 

Namun, mencuci berlebihan justru berisiko merusak serat kain dan warna pakaian. 

Berdasarkan panduan dari Real Simple, berikut adalah enam jenis pakaian yang tidak harus langsung dicuci setelah sekali pakai:

Jeans: Denim adalah bahan yang kuat dan tidak mudah menyerap keringat. Anda cukup mengangin-anginkannya setelah dipakai dan baru mencucinya setelah 4–6 kali pemakaian.

Piyama: Selama Anda mandi sebelum tidur dan tidak banyak berkeringat, piyama bisa digunakan 3–4 kali sebelum dicuci.

Celana Panjang & Formal: Potongan dan lipatan celana formal bisa rusak jika sering dicuci mesin. Idealnya, cucilah setelah 5–10 kali pemakaian atau gunakan jasa dry cleaning.

Jaket & Blazer: Sebagai lapisan luar yang jarang menyentuh kulit langsung, jaket dan blazer cukup dibersihkan setiap 5–10 kali pemakaian atau setiap 3–4 bulan sekali.

Sweater: Mengingat fungsinya sebagai outerwear, sweater dapat dicuci setelah 5–7 kali pakai, kecuali jika terkena noda atau bau menyengat.

Bra: Pakaian dalam ini bisa digunakan 3–4 kali sebelum dicuci, kecuali Anda beraktivitas berat yang memicu banyak keringat.

Pakaian yang Wajib Dicuci Setelah Sekali Pakai

Sebaliknya, beberapa jenis pakaian seperti pakaian dalam, kaus kaki, legging, dan pakaian olahraga wajib dicuci setiap kali pakai. Ahli dermatologi Anthony Rossi menjelaskan bahwa kelembapan akibat keringat menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Mengangin-anginkan pakaian olahraga yang berkeringat tidak cukup untuk mensterilkannya. Rossi menyarankan untuk segera mencucinya dengan detergen, idealnya menggunakan air panas untuk mengangkat minyak dan kotoran dari serat kain.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index