Manfaat Suplemen Kolagen: Tak Hanya untuk Kulit, Kini Bagus bagi Otot

Manfaat Suplemen Kolagen: Tak Hanya untuk Kulit, Kini Bagus bagi Otot
Kolagen Ternyata Ampuh Perkuat Massa Otot Tubuh. (Foto: NET)

JAKARTA – Kolagen selama ini lebih dikenal karena klaimnya yang mampu menjaga kesehatan kulit agar bercahaya serta membuat rambut tampak lebih tebal. 

Akan tetapi, konsumsi rutin suplemen ini ternyata memberikan manfaat yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar perawatan estetika. 

Sebuah studi terbaru berjudul "Collagen Supplementation for Skin and Musculoskeletal Health: An Umbrella Review of Meta-Analyses on Elasticity, Hydration, and Structural Outcomes" yang dirilis dalam Aesthetic Surgery Journal (2026) menjadi buktinya.

Melansir Prevention pada Kamis (18/6/2026), riset tersebut mengungkap potensi besar suplemen ini dalam mendukung kesehatan otot. Penelitian ini mengevaluasi 16 tinjauan sistematis serta 113 uji coba terkontrol yang melibatkan hampir 8.000 partisipan terkait khasiat kolagen bagi seluruh tubuh. 

Analisis itu menemukan berbagai keunggulan, mulai dari perbaikan elastisitas kulit hingga pengurangan gejala osteoartritis. Namun, temuan mengenai kesehatan otot menjadi aspek yang paling menonjol. 

Kolagen dinilai berkontribusi terhadap peningkatan massa otot tanpa lemak, kekuatan tubuh, serta perbaikan struktur otot bila dikombinasikan dengan latihan fisik rutin.

Kesehatan otot kini bukan lagi sekadar perkara seberapa berat beban yang mampu diangkat. 

"Kesehatan otot punya peran sangat besar untuk kebugaran tubuh secara keseluruhan dan umur panjang. Fungsi ini menopang kelancaran metabolisme, tulang, jantung, serta pergerakan umum," jelas spesialis klinis terapi fisik ortopedi bersertifikat sekaligus pemilik ActiveCare Physical Therapy, Karena Wu, D.P.T.

Menurut Wu, otot yang kuat memudahkan aktivitas sehari-hari serta olahraga dengan risiko cedera yang minim, sekaligus membantu menjaga metabolisme tubuh seiring bertambahnya usia. Ia juga menekankan bahwa kemunduran otot bisa terjadi lebih cepat. 

"Sarkopenia, atau hilangnya massa otot, bisa terjadi sejak usia 30 tahun," ujar Wu. 

Meskipun otot dapat dibangun melalui diet kaya kolagen, suplemen ini bisa menjadi tambahan dorongan bagi mereka yang kekurangan asupan protein.

Di samping penguatan otot, suplemen ini juga memberikan hasil positif pada kesehatan sendi selama masa rehabilitasi. 

"Sejumlah riset terbaru turut memperlihatkan bahwa kolagen berpotensi mendukung proses penyembuhan luka, kesehatan tendon, serta kepadatan tulang," tambah juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Melissa Prest, D.C.N., R.D.N.

Kendati bermanfaat, sains mengenai kolagen masih terus berkembang sehingga tidak boleh dianggap sebagai jalan pintas penyembuh segala penyakit. 

"Kami sebaiknya memandang kolagen sebagai nutrisi pendukung gaya hidup sehat semata, bukan pil ajaib penyembuh segalanya," tegas Prest. 

Selain itu, manfaat optimal pada otot hanya akan terlihat jika konsumsi kolagen dibarengi dengan olahraga angkat beban. 

"Dampak terbaiknya pada otot paling kelihatan saat asupan kolagen digabung dengan olahraga angkat beban. Jadi, rajin minum suplemen tapi malas bergerak aktif hampir mustahil memberi hasil signifikan," papar Prest.

Penting untuk dicatat bahwa suplemen ini tidak cocok bagi semua orang. 

"Suplemen kolagen umumnya sangat aman dikonsumsi, dengan keluhan sistem pencernaan skala ringan jadi efek samping yang paling sering dilaporkan," terang Prest. 

Bagi mereka yang memiliki alergi terhadap sumber hewani seperti ikan, sapi, atau babi, produk ini harus dihindari. Konsultasi dengan dokter tetap dianjurkan terutama bagi penderita penyakit ginjal atau ibu hamil. 

"Asupannya bisa menjadi satu alat tambahan untuk mendukung proses penuaan yang sehat asalkan digabung dengan gaya hidup aktif," pungkas Prest.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index