Pemerintah Siapkan Batam Jadi Pusat MRO Aviasi Nasional

Pemerintah Siapkan Batam Jadi Pusat MRO Aviasi Nasional
Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tengah

BATAM – Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tengah menyiapkan Batam, Kepulauan Riau, sebagai salah satu pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau perawatan pesawat nasional. Pengembangan ini bertujuan untuk memperkuat industri aviasi dan meningkatkan konektivitas nasional.

Sekretariat Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Infrastruktur, Rustam Efendi, dalam acara "Indonesia MRO Summit" (IMROS) di Batam, Selasa (9/6/2026), menyatakan bahwa pemerintah memprioritaskan beberapa lokasi sebagai hub MRO, yakni Batam, Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Menurutnya, integrasi antara pelabuhan laut, udara, dan pusat industri menjadi kunci utama dalam membangun hub tersebut.

Kementerian Koordinator Infrastruktur berperan dalam mengoordinasikan kebijakan lintas sektor, termasuk penguatan National Logistics Ecosystem (NLE) serta digitalisasi pelabuhan dan bandara guna memastikan efisiensi logistik. "Tugas kami adalah mendukung upaya kementerian teknis agar tercipta aksesibilitas dan konektivitas yang efektif," jelas Rustam.

Sementara itu, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan, Sokhib Al Rokhman, menekankan bahwa penguatan industri MRO domestik krusial untuk meningkatkan keselamatan dan daya saing penerbangan. 

Pemerintah telah menempuh langkah strategis, seperti pembebasan pembatasan impor komponen pesawat dan penerapan bea masuk nol persen, guna menekan biaya perawatan. "Biaya perawatan bisa mencapai 16 hingga 20 persen dari biaya operasional. Kami berupaya menekan biaya tersebut tanpa mengurangi standar keselamatan," tegasnya.

Dari sisi pengembangan kawasan, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyatakan bahwa Bandara Hang Nadim memiliki potensi besar sebagai pusat aerospace nasional. 

Pengembangan kawasan MRO kini difokuskan pada Batam Aero Technic (BAT) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan target investasi mencapai Rp16 triliun. "Kami masih memiliki sekitar 100 hektare lahan yang dapat dikembangkan untuk industri MRO dan sektor aerospace lainnya," tambah Fary. BP Batam berkomitmen memberikan kemudahan perizinan dan kepastian regulasi untuk menarik lebih banyak investor di sektor aviasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index