Saham

Rekomendasi Saham dan Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini Senin 16 Maret 2026

Rekomendasi Saham dan Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini Senin 16 Maret 2026
Rekomendasi Saham dan Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini Senin 16 Maret 2026

JAKARTA - Pergerakan pasar saham Indonesia pada awal pekan diperkirakan masih menghadapi tekanan. 

Sejumlah analis menilai Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi mengalami koreksi lanjutan seiring meningkatnya ketidakpastian global serta melemahnya aktivitas perdagangan pada pekan sebelumnya. Kondisi ini membuat investor perlu lebih selektif dalam menentukan strategi transaksi di pasar saham.

Meski demikian, analis tetap melihat adanya sejumlah peluang pada saham-saham tertentu yang dinilai masih menarik untuk dicermati oleh investor. Beberapa emiten bahkan direkomendasikan untuk strategi buy on weakness maupun speculative buy di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.

Perkembangan kondisi pasar global serta dinamika domestik juga menjadi faktor penting yang memengaruhi arah pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini.

IHSG Ditutup Melemah pada Pekan Sebelumnya

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini risiko koreksi dan memberi rekomendasi saham unggulan pada perdagangan, Senin, 16 Maret 2026.

IHSG tercatat ditutup melemah 5,91% pada level 7.137,21 pada periode 9-13 Maret 2026.

Penurunan juga terjadi pada kapitalisasi pasar Bursa sebesar 6,96% menjadi Rp12.678 triliun dari Rp13.627 triliun pada pekan sebelumnya.

"Perubahan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini sebesar 25,49% menjadi 31,55 miliar saham, dari 42,34 miliar saham pada pekan sebelumnya,” kata Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad, Jumat (14/3/2026).

Rata-rata nilai frekuensi transaksi harian BEI turut turun sebesar 31,53% menjadi 1,87 juta kali transaksi dari 2,73 juta kali transaksi pada penutupan pekan sebelumnya.

Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian BEI juga berubah sebesar 31,10% menjadi Rp17,2 triliun, dari Rp24,97 triliun pada pekan sebelumnya.

Adapun investor asing pada Jumat (14/3/2026) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp117,17 miliar dan sepanjang 2026 investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp8,85 triliun.

Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini

Tim Analis MNC Sekuritas memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam atau wave (2) pada label merah.

"Hal tersebut berarti, terdapat kemungkinan IHSG masih akan melanjutkan koreksinya ke rentang 6.991-7.140. Adapun area penguatan terdekat berada di 7.241-7.308," seperti dikutip dalam riset harian.

IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang support 7.071, 6.971 dan resistance 7.527, 7.678.

Proyeksi ini menunjukkan bahwa pergerakan indeks masih berada dalam fase konsolidasi. Investor biasanya memanfaatkan situasi seperti ini untuk menunggu konfirmasi arah pasar sebelum mengambil keputusan investasi.

Rekomendasi Saham dari Analis

Di tengah potensi koreksi pasar, sejumlah saham masih dinilai memiliki peluang menarik untuk dicermati oleh investor.

MNC Sekuritas memberikan rekomendasi agar investor mempertimbangkan opsi buy on weakness untuk saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), PT Petrosea Tbk. (PTRO), dan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG), serta speculative buy untuk saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG).

Strategi buy on weakness biasanya digunakan oleh investor untuk membeli saham ketika harga sedang mengalami penurunan dengan harapan terjadi pemulihan harga di kemudian hari.

Sementara itu, strategi speculative buy lebih ditujukan untuk saham yang berpotensi mengalami pergerakan harga dalam jangka pendek.

Dengan kondisi pasar yang masih bergejolak, analis menyarankan agar investor tetap memperhatikan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Sentimen Global Pengaruhi Pergerakan Pasar

Equity Analyst Indopremier Sekuritas Hari Rachmansyah mengatakan ketidakpastian global masih dipicu oleh eskalasi tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang hingga saat ini belum menunjukkan tanda deeskalasi atau titik terang menuju perdamaian.

Menurutnya selama konflik tersebut masih berlangsung, volatilitas pasar global diperkirakan tetap tinggi karena investor cenderung mengadopsi sikap risk-off.

Dari sisi domestik, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan fiskal pemerintah terkait upaya menjaga defisit APBN agar tetap terkendali, yang menjadi indikator penting bagi investor asing dan domestik dalam menilai stabilitas makroekonomi Indonesia.

“Selain itu, faktor musiman menjelang libur panjang Lebaran berpotensi membuat aktivitas transaksi pasar relatif lebih terbatas, dengan sebagian investor cenderung menahan diri untuk mengambil posisi baru hingga periode libur berakhir,” ujarnya.

Pengaruh Ketegangan Geopolitik dan Harga Energi

Menjelang pekan perdagangan sepekan kedepan yang hanya akan berlangsung selama 2 hari bursa 16-17 Maret 2026 karena libur panjang Nyepi dan Idul Fitri, sentimen negatif dari global terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian pasokan energi global setelah harga minyak West Texas Intermediate terus melonjak menyusul kebijakan Iran yang tetap menutup Strait of Hormuz sejak akhir Februari, jalur vital bagi distribusi minyak dunia.

Pernyataan pemimpin baru Iran yang menjadikan penutupan selat tersebut sebagai instrumen tekanan terhadap negara-negara lawan semakin meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan suplai energi global dan dampaknya terhadap inflasi.

"Meski demikian, perkembangan terbaru menunjukkan adanya nuansa berbeda setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap 'terbuka, bagi kapal-kapal yang bukan berasal dari Amerika Serikat, Israel, maupun sekutunya," jelas Hari.

Dia meyakini dinamika geopolitik ini membuat investor global cenderung mempertahankan sikap risk-off dalam jangka pendek, sehingga volatilitas pasar saham AS diperkirakan masih akan tetap tinggi selama ketidakpastian geopolitik dan stabilitas pasokan energi global belum menunjukkan tanda mereda.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index