Santer Isu Pencucian Uang, Komut RANS Angkat Bicara

Jumat, 10 Juli 2026 | 20:02:31 WIB
PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (Foto: NET)

JAKARTA — Emiten yang dimiliki oleh Raffi Ahmad, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS), memberikan bantahan keras mengenai isu yang mengaitkan perusahaan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang atau money laundering.

Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menegaskan bahwa tuduhan tersebut sepenuhnya hanya sebatas rumor di masyarakat dan tidak dilandasi oleh fakta hukum maupun operasional perusahaan yang sesungguhnya.

“Jadi, kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumors yang ada daripada faktanya yang ada. Mungkin itu jawaban dari saya,” ujar Darwin dalam konferensi pers usai seremonial pencatatan saham perdana RANS di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Darwin menerangkan bahwa kenaikan tajam pada valuasi perusahaan selama beberapa tahun ke belakang murni didorong oleh capaian performa bisnis serta masuknya suntikan dana strategis dari investor institusi. 

Salah satunya adalah investasi dari raksasa media PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) atau Emtek Grup pada tahun 2021 yang mencapai Rp248 miliar.

“Sebab pada tahun 2021 itu adalah saat di mana EMTK masuk sebesar Rp248 miliar untuk porsi kepemilikan sekitar 17% sampai dengan 18%. Valuasi perseroan saat itu saja sudah menembus Rp1,3 triliun,” tuturnya.

Kini, nilai valuasi dari emiten media yang berbasis kreator tersebut dilaporkan telah tumbuh sekitar 10% hingga berada di atas angka Rp2 triliun. 

Darwin juga berpendapat bahwa keberhasilan RANS dalam melewati seluruh tahapan seleksi regulasi hingga berhasil melantai di bursa menjadi bukti nyata bahwa perusahaan dikelola secara transparan sekaligus menepis berbagai kabar miring yang beredar.

“Makanya saya rasa IPO RANS ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan kondisi emiten secara transparan berdasarkan fakta, dengan mematuhi seluruh ketentuan dari OJK dan BEI,” tandasnya.

RANS kini resmi tercatat sebagai emiten ketujuh yang melantai di BEI sepanjang tahun 2026. Pada hari pertama pembukaan perdagangan, saham perusahaan langsung melesat sebesar 34,12% ke angka Rp228 dari harga penawaran awal sebesar Rp170 per lembar saham.

Lewat aksi korporasi ini, RANS melepas sebanyak 2.525.000.000 lembar saham baru atau setara dengan 20,02% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Proses listing ini sukses membuat RANS meraup dana segar dari publik hingga mencapai Rp429,25 miliar.

Secara mendalam, sekitar 37,61% atau setara Rp161,5 miliar dari dana hasil IPO tersebut akan dialokasikan perusahaan untuk menggelar konser. Kemudian, sebesar 19,80% atau Rp85 miliar digunakan guna mengakuisisi 51% saham milik PT Rans Kosmetika Indonesia.

Berikutnya, sebesar 18,64% atau Rp80 miliar dialokasikan untuk pembangunan wahana bermain dan belajar Cipungland, serta sebesar 8,15% atau Rp35 miliar ditanamkan sebagai investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) bersama PT Feedloop Global Teknologi.

Sementara itu, sisa dari perolehan dana segar bakal dipakai sebesar 6,98% atau Rp29,95 miliar untuk membayar sebagian fasilitas kredit investasi, serta sebesar 8,82% atau Rp37,8 miliar untuk menambah modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.

Terkini