Transformasi Bisnis, Erajaya Bidik Pertumbuhan Lewat On-Device AI

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:35:31 WIB
Erajaya (ERAA) Garap Potensi On-Device AI untuk Bisnis B2B [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Erajaya Swasembada Tbk. kini membidik peluang pertumbuhan baru pada sektor korporasi dan pendidikan melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam perangkat (on-device AI). 

Strategi ini ditujukan untuk mengubah paradigma operasional organisasi dalam memandang fungsi infrastruktur teknologi informasi, dari sekadar instrumen pendukung menjadi mesin pendorong efisiensi bisnis. Transformasi portofolio ini mencuat setelah agenda diskusi intensif manajemen perseroan bersama prinsipal global Apple di Cupertino, Amerika Serikat.

Chief Strategy, Research and Development Director Erajaya, Mark Jefferson Go, memaparkan celah pasar potensial yang dapat digarap perseroan dalam merespons perkembangan ekosistem kecerdasan buatan global saat ini.

 Erajaya melihat di sektor korporasi dan pendidikan terdapat peluang bagi perusahaan penyedia perangkat untuk mendorong layanan AI. Ia berpendapat bahwa saat ini organisasi cenderung memandang perangkat yang mereka beli sebagai pusat biaya dan kegunaan utamanya lebih seperti alat konektivitas atau akses. 

Namun, kehadiran AI dinilai dapat mengubah paradigma tersebut sehingga menjadi potensi baru jika dapat dimanfaatkan.

"Kami menyadari dengan munculnya cloud dan semua teknologi AI yang sedang berkembang, bahkan perangkat kerasnya pun kini cukup kuat untuk menjalankan AI di perangkat (on-device AI),” ujar Mark dalam World AI Show Indonesia, dikutip Kamis (9/7/2026).

Melalui lompatan teknologi tersebut, proses pengolahan data digital kini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pengiriman data menuju komputasi awan (cloud). Fleksibilitas ini melahirkan model solusi hibrida baru yang menggabungkan efisiensi pemrosesan data lokal di dalam perangkat hardware dengan komputasi eksternal. 

Bagi Erajaya, pergeseran tren ini menjadi titik balik penting. Lini bisnis korporasi perseroan beberapa tahun lalu masih berpusat pada pemenuhan komoditas perangkat keras semata. Namun, konsumen di segmen korporasi dan pendidikan kini menuntut nilai tambah operasional dari fungsionalitas ekosistem perangkat yang mereka operasikan.

Manajemen menyadari keterbatasan pada aspek distribusi perangkat keras saja akan membatasi potensi ceruk pasar yang dapat dimanfaatkan oleh emiten. Melalui jalinan kemitraan strategis dengan Apple dan para mitra penyedia solusi teknologi lainnya, perseroan berkomitmen meningkatkan keterampilan tim internal dan memperluas portofolio layanan komersialnya. 

Langkah ini memperkuat posisi Erajaya dalam mengembangkan bisnis B2B dari sekadar penyedia perangkat menjadi fasilitator solusi lengkap, dengan tetap menempatkan lini perangkat keras sebagai jangkar bisnis inti. 

Sebagai langkah nyata, perseroan kini tengah bersiap menggulirkan fase uji coba atau Proof of Concept (POC) untuk merealisasikan keuntungan ekonomi jangka pendek dari implementasi kecerdasan buatan tersebut secara riil.

Terkini