IHSG Menguat Tipis di Sesi I, Simak Proyeksinya ke Depan

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:03:31 WIB
Ilustrasi - Indeks harga saham gabungan (IHSG). (Foto: NET)

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,21% ke posisi 5.885,70 pada penutupan perdagangan sesi I hari Kamis (9/7/2026). 

Kenaikan ini ditopang oleh 319 saham yang menguat, 268 saham yang melemah, serta 199 saham yang tidak bergerak, yang memperlihatkan adanya perbaikan sentimen pasar walaupun laju indeks masih tertahan.

“Secara keseluruhan, IHSG menunjukkan upaya rebound setelah koreksi pada hari sebelumnya, didukung rotasi dana ke sektor berbasis komoditas meski investor masih mencermati sentimen eksternal dan pergerakan nilai tukar rupiah,” ujar Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, Kamis (9/7/2026).

Pihak BRI Danareksa Sekuritas menilai pasar pada hari ini bakal memperhatikan eskalasi konflik antara AS dan Iran pasca-berakhirnya perjanjian damai yang berisiko memicu kembali sentimen risk-off

Di samping itu, pelaku pasar juga akan terus memantau fluktuasi harga minyak bumi, kurs rupiah, serta pergerakan modal asing sebagai petunjuk utama bagi tren pasar jangka pendek.

“Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan koreksi setelah gagal menembus area 6.000, dengan support di 5.805. Selama belum mampu kembali ke atas level psikologis tersebut, tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan IHSG,” jelas Reza.

Di sisi lain, CEO Sucor Sekuritas, Benardus Wijaya mengungkapkan adanya kekhawatiran dari para investor terkait potensi penurunan peringkat (downgrade) IHSG. 

Ia mencermati bahwa pemodal asing cenderung mengambil sikap wait and see, sementara perhatian investor domestik saat ini terkonsentrasi pada rangkaian agenda IPO sepanjang pekan ini.

“IHSG sekarang supportnya di level 5.845 dan mudah – mudahan enggak jebol. Kalau kami tembus level 5.969 potensi kami balik ke level 6.000 ke atas dengan resistance selanjutnya di level 6.065,” ucap Benardus saat ditemui di Gedung BEI, Kamis (9/7/2026).

Benardus menyampaikan bahwa Sucor Sekuritas memasang target IHSG mampu menyentuh level 8.000 pada akhir tahun ini. Kendati demikian, pencapaian target tersebut sangat bergantung pada hasil evaluasi dari MSCI. 

Hal ini dikarenakan MSCI menegaskan tetap membekukan tiap penambahan Foreign Inclusion Factor (FIF) maupun Number of Shares (NOS) bagi seluruh saham asal Indonesia di MSCI Global Investable Market Indexes (GIMI) pada agenda Review Agustus 2026.

Pihak MSCI pun menambahkan bakal kembali memaparkan informasi terbaru mengenai perlakuan bagi pasar saham Indonesia pada perhelatan MSCI Index Review November 2026. 

Menurut Benardus, apabila hasil tinjauan tersebut bernilai positif, maka hal itu dapat menjadi pendorong yang baik bagi pergerakan IHSG.

“MSCI masih mengevaluasi ulang indeks kami hingga November, kalau itu belum beres, kami ngga bisa tembus di atas 8.000 karena asing juga takut kalau tiba – tiba kami turun,” jelas Benardus.

Terkini