Kalahkan Pegula, Coco Gauff Segel Tiket Semifinal Wimbledon 2026

Rabu, 08 Juli 2026 | 06:32:31 WIB
Coco Gauff, pemain tenis profesional asal Amerika.. (Foto: NET)

JAKARTA - Coco Gauff berhasil membalikkan kedudukan setelah kehilangan set pertama untuk menumbangkan Jessica Pegula lewat skor 4-6, 6-3, 6-3 di babak perempat final Wimbledon pada Selasa (7/7). 

Hasil positif ini mengantarkan Gauff mengamankan tempat di semifinal turnamen Grand Slam lapangan rumput tersebut untuk pertama kali sepanjang karirnya.

Pemegang dua gelar Grand Slam ini memerlukan durasi tampil selama 1 jam 48 menit demi menyudahi perlawanan Pegula setelah sempat tertekan di awal laga.

"Mempertimbangkan saya tidak memenangi satu pun pertandingan di lapangan rumput selama dua tahun sebelum turnamen ini, saya benar-benar senang dengan cara saya bermain hari ini," kata Gauff dikutip dari WTA, Rabu (8/7/2026).

Petenis asal Amerika Serikat itu pun memberikan apresiasi kepada Pegula yang ia nilai sebagai rival yang sangat menyulitkan.

"Jess adalah lawan sekaligus pribadi yang luar biasa. Bermain melawannya tidak pernah mudah. Saya senang bisa melewati pertandingan ini," ujar Gauff.

Berkat hasil memuaskan ini, Gauff kini tercatat sebagai petenis aktif ketujuh yang berhasil menembus babak empat besar pada seluruh empat ajang Grand Slam dalam karir profesionalnya. 

Pada fase semifinal nanti, petenis yang menempati posisi unggulan kedua tersebut bakal menantang wakil Ceko yang menjadi unggulan ke-10, Karolina Muchova. Gauff punya modal keunggulan rekor pertemuan 6-1 atas Muchova, walaupun laga mendatang bakal menjadi duel perdana mereka di atas permukaan rumput.

Aksi Gauff di Wimbledon edisi kali ini terhitung luar biasa. Dirinya dipaksa melewati laga ketat tiga set dalam empat pertandingan secara beruntun, termasuk momen bangkit dari kekalahan set pertama saat mendepak Belinda Bencic di babak 16 besar. 

Sebelum laga perempat final dimulai, Pegula sejatinya lebih diunggulkan karena mengantongi modal 13 kemenangan dan enam kekalahan di lapangan rumput dalam dua tahun belakangan. Pegula pun memimpin rekor pertemuan 5-3 atas Gauff serta memenangi satu-satunya bentrokan mereka terdahulu di lapangan rumput.

Pegula mengawali laga dengan meyakinkan seusai mematahkan servis Gauff di gim pertama, lalu kembali melakukan hal serupa saat kedudukan imbang 3-3 demi merebut set pembuka. 

Kendati demikian, Gauff sanggup membalikkan keadaan dengan menyapu bersih tiga gim terakhir di set kedua, sebelum akhirnya menjaga performa impresif tersebut pada set penentu.

Gauff membeberkan bahwa dirinya tampil terlampau terburu-buru di set pertama sebelum lambat laun berhasil menguasai jalannya laga.

"Saya menyadari tidak harus memainkan poin yang luar biasa setiap saat untuk bisa menang. Saya hanya perlu memercayai permainan saya dan percaya bahwa pukulan-pukulan saya cukup baik untuk menghadapi siapa pun di lapangan ini," ujar petenis berusia 21 tahun tersebut.

Di sisi lain, Pegula mengonfirmasi bahwa dirinya kerap membuang banyak kesempatan untuk mengubah arah permainan, kendati sempat memperoleh momen untuk mematahkan servis Gauff di set kedua dan ketiga. 

Berdasarkan sudut pandang Pegula, Gauff sanggup menaikkan kualitas performanya di fase akhir laga, sementara ia merasa ada beberapa taktik yang mestinya diterapkan secara lebih konsisten.

"Saya mungkin terlalu banyak berpikir. Seharusnya saya lebih percaya pada strategi yang saya yakini sejak awal," ujar Pegula.

Imbas dari hasil minor ini, Pegula kini menorehkan catatan tiga kali menang dan tujuh kali kalah ketika berlaga pada fase perempat final turnamen Grand Slam di sepanjang karirnya.

Terkini