Menteri LH: PSEL Bakal Berlanjut ke Daerah Lain Usai Bali

Rabu, 08 Juli 2026 | 22:35:02 WIB
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Moh Jumhur Hidayat. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa penerapan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) akan terus berlanjut ke berbagai wilayah lain di Indonesia setelah resmi dimulai di Bali.

“PSEL ini yang didata kami kira-kira ke depannya ada 34 aglomerasi, mencakup 60–70 kabupaten/kota se-Indonesia,” kata Jumhur saat menghadiri acara Groundbreaking PSEL Bali di Denpasar pada Rabu (8/7/2026).

Khusus di wilayah Bali, fasilitas PSEL ini diproyeksikan dapat menuntaskan persoalan sampah di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. 

Begitu pembangunannya selesai pada akhir tahun 2027 dan mulai berjalan pada paruh pertama tahun 2028, teknologi ini bakal memiliki kapasitas pengolahan sampah mencapai 1.500 ton setiap harinya.

Untuk penerapan di kabupaten atau kota lain, Menteri LH menilai pemanfaatan teknologi ini tidak melulu harus dikonversi menjadi tenaga listrik, sehingga segala potensi alternatif yang ada akan terus dikaji lebih mendalam.

“Beberapa tempat mungkin tidak diartikan sebagai listrik, bisa jadi bahan bakar untuk energi, RDF, pelletizing, yang mungkin lebih tinggi dari batu bara, dan itu bisa banyak, bisa kita kolaborasi dengan dana daerah, dan siapa pun yang berminat yang dimaksud dengan ekonomi sirkular ini,” ujarnya.

Menteri LH juga menekankan bahwa poin krusial dari pengadaan PSEL di setiap daerah adalah terwujudnya tata kelola sampah yang optimal. Perkara apakah fasilitas tersebut mampu mendatangkan keuntungan ekonomi atau tidak, hal itu dinilai hanya sebagai nilai tambah saja.

“Untuk daerah-aerah tertentu dia tidak ada bonusnya pun tidak apa-apa, keluar uang pun tidak apa-apa, karena tujuannya sampah itu selesai, habis, jadi untuk tempat-tempat kecil, pulau-pulau kecil itu tidak akan ada bonusnya tapi selesai,” kata Jumhur.

Kendati Bali sudah melangkah lebih dulu dan terdapat rencana pembangunan di 34 aglomerasi berikutnya, Menteri Jumhur tidak menampik bahwa masih ada sekitar 480 kabupaten/kota lain di tanah air yang memerlukan sentuhan teknologi serupa.

“Jumlahnya mungkin tidak sampai 1.000 (PSEL) karena itu pasti menjadi beban atau menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, bupati, dan juga secara nasional tentunya Kementerian LH, jadi saya ucapkan terima kasih, minimal membantu kami dalam urusan sampah di 70–80 kota di Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani selaku pihak inisiator menyatakan bahwa menyusul dimulainya proyek di Bali, pihaknya akan segera meluncurkan pembangunan delapan fasilitas PSEL lainnya dalam waktu dekat.

Walaupun prosesnya berjalan dengan ritme yang cepat sejak tahap awal perencanaan, Danantara menjamin bahwa pengerjaan proyek PSEL ini dilakukan lewat pertimbangan yang matang serta mengadopsi teknologi yang sudah teruji demi menuntaskan isu sampah di skala nasional.

“Bukan semata-mata ini adalah menghasilkan tenaga listrik, betul adalah bonus, kalau kita lihat ini memerangi atau mengurangi dengan sangat signifikan dari potensi lingkungan hidup, kesehatan, keselamatan, dan juga tata kelola yang baik dan benar,” kata Rosan.

Terkini