Qodari Tekankan Narasi Jujur demi Sukses Reindustrialisasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 22:01:32 WIB
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari. (Foto: NET)

JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari memastikan bahwa penyampaian narasi ekonomi yang kredibel serta jujur merupakan poin utama dalam mempertahankan kepercayaan para investor untuk menyukseskan program reindustrialisasi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Qodari saat menghadiri agenda Bisnis Indonesia Forum yang bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta, pada hari Rabu.

"Sebuah pabrik dibiayai di atas kepercayaan. Kepercayaan itu dibangun di atas cerita yang kredibel," katanya.

Qodari menilai bahwa penyampaian informasi yang terlalu berlebihan atau narasi yang tidak bisa dipercaya justru berisiko melahirkan keraguan bagi para investor serta pelaku bisnis.

Oleh sebab itu, Bakom RI memiliki komitmen kuat untuk mengabarkan program industrialisasi ini secara objektif, konsisten, dan tanpa manipulasi demi memelihara iklim investasi yang kondusif.

Ia memandang bahwa narasi yang melompat mendahului realitas pada akhirnya hanya akan meruntuhkan kepercayaan. Di sisi lain, sikap pesimistis yang terlampau besar juga berisiko menyumbat aliran investasi yang masuk.

Menurut Qodari, keberhasilan reindustrialisasi tidak semata-mata bertumpu pada regulasi maupun pendirian pabrik, melainkan juga dipengaruhi oleh rasa optimistis para pelaku ekonomi terhadap masa depan sebuah negara.

"Undang-undang ekonomi kita bagus. Tapi, soal keyakinan ini yang mungkin jadi soal dalam beberapa sektor. Nah, kami percaya bahwa keyakinan itu tumbuh dari cerita dan komunikasi," ujarnya.

Melalui forum itu, Bakom RI turut menggarisbawahi krusialnya keselarasan antara komunikasi kepada publik dengan mutu dari regulasi yang diterbitkan. Menurut Qodari, pola komunikasi yang tepercaya dan sehat hanya bisa tegak di atas kebijakan publik yang bermutu tinggi.

Ia mengimbuhkan bahwa Bakom RI siap mengumpulkan tiap aspirasi serta saran dari para pelaku ekonomi yang hadir dalam forum tersebut. Rekomendasi itu nantinya bakal diteruskan kepada para pembuat kebijakan sebagai referensi untuk mematangkan strategi reindustrialisasi demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Terkini