RoI Dana Pensiun April 2026 Naik 0,55%, Ini Faktor Pendorongnya

Selasa, 07 Juli 2026 | 23:23:31 WIB
Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI). (Foto: NET)

JAKARTA - Data statistik dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa Return on Investment (RoI) dana pensiun (dapen) konvensional mengalami kenaikan secara bulanan dari 0,02% pada Maret 2026 menjadi 0,55% pada April 2026.

Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menjelaskan terdapat beberapa faktor yang memicu pertumbuhan RoI industri per April 2026 tersebut. 

Staf Ahli ADPI, Bambang Sri Mulyadi, mengutarakan bahwa salah satu pendorongnya yakni adanya penambahan portofolio deposito berjangka yang berasal dari iuran dana baru serta pencairan investasi dari fixed income yang dipindahkan ke deposito.

"Selain itu, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbilang lebih baik pada April 2026, dibandingkan posisi Maret 2026," ujarnya, Senin (6/7/2026).

Untuk diketahui, pergerakan IHSG tercatat melemah sebesar 1,30% secara bulanan pada April 2026. Meski demikian, koreksi tersebut masih lebih bagus ketimbang situasi sepanjang Maret 2026 yang merosot hingga 5,91% secara bulanan.

Bambang melengkapi bahwa faktor lain yang turut mengintervensi RoI industri adalah depresiasi nilai tukar Rupiah serta langkah beberapa dana pensiun yang melakukan switching alokasi investasi dari instrumen pasar modal menuju pasar uang.

Lebih jauh, Bambang memproyeksikan industri bakal menghadapi tantangan berat untuk mendongkrak RoI hingga penutupan tahun ini. Bahkan, dia memprediksi RoI industri berpotensi hanya tertahan di kisaran level 0,5% saja sampai akhir tahun.

Kendati begitu, Bambang menyatakan kans untuk menaikkan RoI tetap terbuka di masa mendatang. Dengan syarat, pelaku industri dana pensiun memiliki keberanian untuk menempatkan investasi pada instrumen saham lewat strategi yang agresif.

"Berpeluang jika dana pensiun ada yang berani investasi saham secara agresif dengan memanfaatkan fluktuasi harga saham untuk beli dan jual kembali. Namun, risikonya cukup tinggi," ujar Bambang.

Terkini