Di Bawah Danantara, BRI Tebar Dividen Sejarah Rp52,1 Triliun

Senin, 06 Juli 2026 | 01:41:02 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi bisnis sekaligus meningkatkan kontribusi bagi perekonomian nasional di bawah pengawasan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). 

Salah satu bentuk nyatanya, BRI mendistribusikan dividen tunai bernilai Rp 52,1 triliun dari perolehan laba tahun buku 2025. Jumlah tersebut menjadi pembagian dividen terbesar sepanjang sejarah berdirinya perseroan.

Ketetapan tersebut disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Dividen yang disalurkan setara dengan Rp346 per lembar saham, yang bersumber dari laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp56,65 triliun.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, kehadiran Danantara menjadi momentum bagi perseroan untuk mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran BRI dalam mendukung program-program strategis pemerintah. 

"BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat peran dalam mendukung program strategis nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026).

Hery menegaskan, keberhasilan BRI tidak hanya diukur dari pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas.

Laba dan kredit tumbuh dua digit

Kinerja keuangan BRI tetap menunjukkan tren pertumbuhan yang positif pada awal tahun 2026. Sampai dengan kuartal I-2026, perseroan berhasil mengantongi laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 13,7% secara tahunan (year on year/YoY). 

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh sebesar 13,7% YoY menjadi Rp1.562 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) terkumpul sebesar Rp1.555 triliun atau naik 9,4% YoY.

BRI pun sukses memperbaiki struktur pendanaannya. Hingga bulan Maret 2026, perolehan dana murah atau current account saving account (CASA) menembus Rp1.058,6 triliun, melonjak 13,2% YoY. 

Kenaikan ini berhasil mendongkrak rasio CASA ke angka 68,07% sekaligus menekan biaya dana (cost of fund/CoF) menjadi 2,3%, dari yang sebelumnya sebesar 3% pada periode yang sama di tahun lalu. 

Manajemen perseroan menyebutkan bahwa penguatan CASA tersebut dipicu oleh peningkatan transaksi lewat beragam kanal digital, di antaranya BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, serta QRIS BRI.

Percepat transformasi

Dari aspek transformasi, BRI tengah menjalankan program bertajuk BRIVolution Reignite yang menitikberatkan pada penguatan bisnis inti, digitalisasi, kenaikan produktivitas, efisiensi, dan pembentukan sumber pertumbuhan baru. 

Langkah transformasi ini juga dipertegas lewat peluncuran identitas korporasi baru pada pengujung tahun 2025 dengan mengusung slogan "Satu Bank untuk Semua".

Perkuat pembiayaan UMKM dan sektor produktif

BRI juga terus mengoptimalkan perannya dalam memajukan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sampai dengan Mei 2026, realisasi penyaluran program KUR telah menembus Rp84,36 triliun atau mencakup sekitar 46,87% dari total pagu tahun ini yang bernilai Rp180 triliun. 

Sebanyak 67,18% dari seluruh penyaluran tersebut dialokasikan ke sektor-sektor produktif, di mana sektor pertanian menjadi penerima porsi terbesar dengan nilai Rp35,91 triliun.

Pada sektor perumahan, hingga akhir Mei 2026 BRI telah mengucurkan Kredit Pemilikan Properti (KPP) senilai Rp9,5 triliun yang menyasar 68.212 debitur. Perseroan bahkan mengerek target penyaluran KPP untuk tahun ini dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun. 

Di samping itu, BRI telah membina sebanyak 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta pengguna platform LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43.000 klaster usaha lewat program Klasterku Hidupku.

Di waktu yang sama, kontribusi dari anak usaha terhadap kinerja kelompok usaha juga terus merangkak naik. Hingga kuartal I-2026, entitas anak usaha BRI mencatatkan perolehan laba Rp3,89 triliun, atau menyumbang sebesar 25,1% dari keseluruhan total laba bersih konsolidasian perseroan.

Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menilai, kinerja positif bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi modal penting untuk memperbesar pembiayaan ke sektor-sektor produktif. 

"Kinerja bank Himbara yang positif menjadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk manufaktur, hilirisasi, infrastruktur, UMKM, serta sektor-sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja," ujarnya.

Terkini