Prabowo dan PM Singapura Sepakati 26 MoU Baru di Istana

Senin, 06 Juli 2026 | 20:47:01 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. (Foto: NET)

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa agenda pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong hari ini dijadwalkan akan melangsungkan penandatanganan sebanyak 26 kesepakatan antarkedua negara.

"Pertemuan tahunan Presiden RI dan PM Singapore, juga akan ada 26 kesepakatan/MoU nanti ditandatangani," kata Seskab Teddy saat dikonfirmasi dari Jakarta pada Senin (6/7/2026).

PM Singapura Lawrence Wong diketahui telah sampai di Indonesia sejak Minggu (5/7) malam, di mana kedatangannya disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono bersama sejumlah jajaran Kabinet Merah Putih. 

Berdasarkan jadwal, Presiden Prabowo Subianto akan melangsungkan pertemuan dengan PM Lawrence Wong pada siang hari ini.

Sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang direncanakan untuk ditandatangani ataupun diumumkan tersebut mencakup kemitraan di sektor lingkungan hidup serta kolaborasi yang berkaitan dengan perdagangan karbon.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan Singapura telah secara resmi menyepakati nota kesepahaman mengenai perjanjian perlindungan lingkungan hidup. 

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) RI Moh Jumhur Hidayat bersama Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Republik Singapura, Grace Fu di Jakarta pada 29 Juni 2026.

MoU itu menjadi payung kemitraan bagi potensi kolaborasi di berbagai bidang lingkungan, seperti halnya ekonomi sirkular, pengelolaan limbah, manajemen lingkungan, penanganan polusi lintas batas, hingga persoalan perubahan iklim.

Di samping itu, KLH/BPLH pun bakal menitikberatkan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) demi kesiapan dalam mengawal era baru ekonomi rendah karbon.

Demi mewujudkan visi tersebut, pihak Indonesia dan Singapura bakal secara konsisten melaksanakan pertukaran tenaga teknis, menginisiasi riset bersama, serta mendirikan proyek-proyek percontohan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

Kelancaran transfer teknologi di antara kedua negara ini juga bakal dijamin guna mendorong percepatan inovasi dalam pengelolaan lingkungan.

Terkini