IHSG Melemah 0,35%, Ini Rincian Saham Top Losers Sepekan di Bursa

Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:19:31 WIB
Ilustrasi - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: NET)

JAKARTA — Kegiatan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama pekan ini, tepatnya periode 29 Juni hingga 3 Juli 2026, tidak hanya mencatatkan kenaikan pada performa sejumlah saham, melainkan juga koreksi yang cukup mendalam pada saham beberapa emiten. 

Berikut merupakan perincian saham-saham yang masuk dalam deretan top losers selama satu minggu terakhir.

Sejumlah saham mencatatkan kemerosotan hingga dua digit di kala Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan tipis secara mingguan. 

Berdasarkan data perniagaan dari BEI, saham PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) menderita penurunan paling tajam alias menjadi top losers pekan ini usai anjlok sebesar 29,90%, bergerak dari harga Rp408 menjadi Rp286 per lembar saham.

Peringkat kedua dihuni oleh PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) yang merosot sebesar 20,38% menuju level Rp1.465. Di sisi lain, PT KDB Tifa Finance Tbk. (TIFA) turut melemah hingga 19,55% ke posisi Rp214.

Pelemahan nilai saham juga dirasakan oleh PT Super Energy Tbk. (SURE) yang turun sebanyak 18,81% ke harga Rp2.720, disusul oleh PT Trimegah Karya Pratama Tbk. (UVCR) yang terpangkas 18,35% menjadi Rp129. 

Berikutnya, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) mencatatkan penurunan 18% ke harga Rp328, PT Tira Austenite Tbk. (TIRA) melempem 15,71% menuju Rp590, serta PT Bhakti Multi Artha Tbk. (BHAT) yang terkoreksi sebanyak 14,90% menjadi Rp1.770.

Sementara itu, PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN) terkoreksi sebesar 14,81% ke level Rp322, sedangkan PT Multi Medika Internasional Tbk. (MMIX) menjadi penutup dalam rincian 10 saham dengan penurunan terdalam setelah melemah sebesar 13,48% ke harga Rp610.

Jika mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengalami penyusutan sebesar 0,35% dalam sepekan terakhir ke level 5.875,780 dari posisi sebelumnya di angka 5.896,134 pada penutupan pekan lalu. 

Penurunan indeks ini juga dibarengi dengan menciutnya nilai kapitalisasi pasar sebesar 0,14% menjadi Rp10.287 triliun, dari torehan Rp10.302 triliun pada minggu lalu.

Bukan hanya indeks saham yang bergerak melemah, intensitas aktivitas transaksi di lantai Bursa juga memperlihatkan perlambatan yang terhitung signifikan. 

Rata-rata nilai transaksi harian menjadi indikator dengan penurunan paling dalam, yakni merosot sebesar 35,90% menjadi Rp11,27 triliun, dari angka pekan sebelumnya yang mencapai Rp17,58 triliun.

Kendati demikian, pada sesi penutupan perdagangan di akhir pekan ini, investor korporasi maupun individu asing masih membukukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp6,08 miliar. 

Walau begitu, jika dihitung secara akumulatif semenjak awal tahun 2026, pemodal asing masih menorehkan aksi jual bersih (net sell) dengan total mencapai Rp74,42 triliun.

Terkini