Buka JEFF 2026, Pramono Ingatkan Perbaikan Tata Kelola Sampah

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:19:01 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. (Foto: NET)

JAKARTA - Kegiatan Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 resmi dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota pada Jumat (3/7/2026). Baginya, agenda ini menjadi pengingat penting mengenai kewajiban Jakarta selaku kota global untuk terus membenahi sistem manajemen persampahan.

“Hari ini, secara resmi saya membuka JEFF 2026. Ini sebagai pengingat bahwa Jakarta sebagai kota global, pusat perekonomian nasional dan juga sekaligus menjadi ibu kota negara, bertanggung jawab pada dirinya sendiri, pada Jakarta sendiri, untuk melakukan perbaikan penanganan sampah yang ada di Jakarta,” ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Pria yang akrab disapa Pram ini menyebutkan bahwa urusan sampah ialah salah satu kendala krusial yang memerlukan penanganan bersama antara pihak pemerintah, sektor swasta, dan warga. Karena itu, JEFF 2026 ditargetkan mampu menjadi sarana edukasi bagi khalayak sekaligus memantik munculnya terobosan baru di bidang pelestarian lingkungan.

Pramono berpendapat bahwa pergeseran kebiasaan warga dalam membatasi serta memisahkan sampah sejak dari rumah ialah tahapan esensial demi menyokong terciptanya Jakarta yang lebih asri dan lestari. 

Lewat perhelatan JEFF 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun berkomitmen meneguhkan visi pembangunan yang ramah lingkungan di tengah proses transisi Jakarta menjadi kota global.

Di samping itu, Pramono menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan aktif dari berbagai komunitas dalam menyukseskan acara ini.

“Salah satunya, kami mendapatkan rekor MURI ini karena hampir 6.336 lebih eco enzyme yang berpartisipasi dalam gerakan ini, dan ini menindaklanjuti Ingub (Instruksi Gubernur) yang telah dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta sehingga gerakan ini menjadi masif,” kata Pramono.

Pada momen tersebut, Pramono juga meresmikan operasional Bank Sampah Balai Kota sebagai wujud nyata aksi perubahan yang diinisiasi langsung oleh jajaran Pemprov DKI Jakarta.

“Saya meyakini bahwa gerakan ini bukan hanya sekadar mendapatkan rekor MURI, yang lebih penting, tetapi di lapangannya bagi saya lebih penting. Itu, kalau kemudian kami sudah bisa di ujungnya, residu yang diangkut ke tempat sampah itu kurang lebih di bawah 25 atau 20 persen, sebenarnya itulah ukuran untuk Jakarta penanganan sampahnya menjadi lebih baik,” tutur Pramono.

Terkini