SINI Gelar Rights Issue Rp3,6 Triliun untuk Akuisisi Tambang PTRO

Jumat, 03 Juli 2026 | 01:45:02 WIB
PT Singaraja Putra Tbk. (SINI). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) menetapkan harga pelaksanaan untuk aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) sebesar Rp5.000 per saham. 

Melalui langkah strategis ini, emiten tersebut menargetkan perolehan dana segar hingga mencapai Rp3,60 triliun, yang sebagian besar dialokasikan untuk membiayai akuisisi perusahaan tambang kepunyaan PT Petrosea Tbk. (PTRO).

Berdasarkan keterangan resmi dalam prospektus teranyar, SINI berencana menawarkan sebanyak-banyaknya 721,50 juta lembar saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100 per saham. 

Jumlah saham baru yang diterbitkan tersebut setara dengan 60% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perusahaan pasca-PMHMETD I dilaksanakan.

Dengan nilai eksekusi Rp5.000, jumlah dana maksimal yang bisa diraup SINI adalah sebesar Rp3,60 triliun. Adapun ketetapan rasio HMETD dipatok 2:3, artinya setiap pemilik 2 saham lama akan memperoleh 3 HMETD, di mana setiap 1 HMETD memberikan hak untuk menebus 1 saham baru.

"Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dapat mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi) yaitu sampai dengan maksimum sebesar 60%," tulis manajemen SINI, dikutip Jumat (3/7/2026).

Dalam aksi korporasi kali ini, PT Petrosea Tbk. (PTRO) ditunjuk sebagai pembeli siaga. Di samping itu, PT Henan Putihrai Sekuritas (HPS) beserta PT Trimegah Sekuritas Tbk. (TRIM) bertindak sebagai pihak pembeli sisa saham baru andai masih ada saham yang belum dieksekusi oleh para pemegang HMETD perseroan.

Pihak manajemen SINI memaparkan bahwa dana bersih yang terkumpul dari PMHMETD I, setelah dipotong biaya-biaya emisi, akan dialokasikan sebesar Rp1,51 triliun guna mengambil alih 99,995% saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS), perusahaan tambang milik PT Petrosea Tbk. (PTRO). 

Selanjutnya, dana sebesar Rp900 miliar akan digunakan demi pelunasan lebih awal pokok utang perseroan kepada pihak kreditur. Kemudian, sebesar Rp1,18 triliun akan disalurkan sebagai pinjaman kepada entitas anak usaha, dan sisa dana senilai Rp10 miliar bakal dimanfaatkan untuk keperluan modal kerja.

Terkait pelaksanaan hak, PT Autum Prima Indonesia (API) selaku pemegang saham utama SINI dengan porsi kepemilikan 30% menyatakan kesiapannya untuk menebus sebagian haknya sebanyak 60.000.000 HMETD dengan nilai Rp300 billion. 

Sisanya, API bakal menyerahkan 8.205.000 HMETD senilai Rp41,02 miliar kepada PT Deli Indonesia Raya (DIR). Selain itu, sebanyak 48.500.000 HMETD senilai Rp242,50 miliar dialihkan kepada HPS, serta 39.500.000 HMETD senilai Rp197,50 miliar dilepas kepada TRIM.

Di sisi lain, Batubara Development Pte. Ltd. (BBD) yang menguasai 15,49% saham SINI memilih untuk tidak mengeksekusi seluruh HMETD yang menjadi haknya. BBD bakal mengalihkan HMETD senilai Rp450 miliar kepada Ever Grace International Trading Limited dan HMETD dengan nilai pelaksanaan Rp108,97 miliar kepada DIR.

Sementara itu, Hapsoro yang menggenggam 9% saham SINI juga mengonfirmasi tidak akan mengambil haknya dalam HMETD ini, serta memindahtangankan 9.000.000 HMETD dengan nilai eksekusi Rp45 miliar kepada TRIM. 

Adapun PT Kreasi Jasa Persada (KJP) dengan porsi 19,74% saham SINI dipastikan bakal mengalihkan keseluruhan hak HMETD miliknya yang bernilai Rp712,05 miliar kepada PTRO.

Terkini