Sederhanakan Bisnis, Telkom Lepas dan Tutup Anak Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 01:37:02 WIB
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mengambil langkah tegas dengan melepas kepemilikan di dua perusahaan kesehatan serta membubarkan enam entitas bisnis lainnya. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi portofolio perusahaan. 

BUMN telekomunikasi ini memproyeksikan restrukturisasi besar-besaran untuk memangkas jumlah anak usahanya, dari semula 67 entitas hingga menjadi di bawah 20 entitas saja. Langkah penutupan terhadap enam anak perusahaan tersebut dilakukan karena dinilai tidak sejalan dengan core kompetensi utama perseroan.

Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini mengungkapkan bahwa penataan ulang portofolio bisnis ini merupakan perintah langsung dari Danantara Indonesia selaku institusi pemegang saham negara.

"Kami harus menyederhanakan portofolio bisnis yang sekarang tumpang tindih, dan merampingkan jumlah anak perusahaan menjadi di bawah 20 anak perusahaan," ujarnya dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, pekan lalu.

Tercatat sampai dengan Juni 2026, Telkom sudah melepas dua anak usahanya di sektor kesehatan, yaitu AdMedika dan Telkomedika, kepada Fullerton Health yang merupakan korporasi asal Singapura. 

Di samping aksi pelepasan saham, perseroan juga melakukan likuidasi terhadap enam anak usaha yang dianggap berada di luar kompetensi inti serta kurang memberikan kontribusi positif bagi kinerja grup.

Keenam perusahaan yang dilikuidasi tersebut meliputi PT Citra Sari Makmur, PT Media Nusantara Data Global, PT Omni Inovasi Indonesia, Sigma AIT Bhd, PT Alam Pesona Wisata, dan PT Pojok Celebes Mandiri. Berikut adalah rekam jejak singkat enam anak usaha yang ditutup beserta kelanjutan pelayanan bagi para pelanggannya:

1. PT Citra Sari Makmur (CSM) Bergerak di sektor telekomunikasi, jaringan data, dan satelit. Berdiri sejak 1987, CSM memegang peran sejarah sebagai salah satu pelopor operator VSAT swasta perdana di tanah air. 

Perusahaan ini memfokuskan layanannya pada segmen korporat nasional lewat penyediaan komunikasi data daring, internet fiber optik, kapasitas satelit, hingga penataan pusat data. 

Awalnya dibentuk sebagai perusahaan patungan bersama Bell Atlantic asal Amerika Serikat, Telkom kemudian menanamkan modalnya di sini untuk memperkuat jaringan konektivitas grup. 

Guna menjamin kelancaran layanan tanpa hambatan, para pelanggan korporasi aktif dari CSM kini dialihkan ke Telkomsat (PT Telkom Satelit Indonesia) selaku penyedia satelit utama grup.

2. PT Media Nusantara Data Global Berfokus pada penyediaan infrastruktur Pusat Data (Data Center) dengan merek dagang Cyber Data Center International (CDCI). Berada di bawah naungan Telkomsigma (PT Sigma Cipta Caraka), perusahaan ini mengedepankan ekosistem interkoneksi terbuka bagi para operator telekomunikasi. 

Produk utamanya mencakup interkoneksi kabel serat optik berkecepatan tinggi, colocation rak kabinet, ruang rapat, cage operator, hingga layanan bantuan teknis. 

Pasca-penutupan, seluruh aktivitas operasional colocation dan interkoneksi kabel optik sepenuhnya diintegrasikan ke Telkomsigma atau dipindahkan ke ekosistem pusat data utama Telkom Group (Neutrix / Telkom Data Ekosistem).

3. PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE) Beroperasi di bidang perdagangan serta distribusi gawai telekomunikasi. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2008 ini sebelumnya sangat familier bagi masyarakat dengan nama PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. 

Bisnis utamanya meliputi penjualan ritel telepon genggam, distribusi voucher pulsa melalui PT Simpatindo Multimedia, penyediaan konten seluler, serta pusat perbaikan perangkat. 

Seiring penutupan ini, segala bentuk layanan perbaikan maupun klaim garansi yang masih tersisa akan langsung ditangani oleh pusat servis resmi dari masing-masing produsen gawai.

4. Sigma AIT Sdn Bhd (Bhd) Menyediakan solusi teknologi informasi dan manajemen terintegrasi. Berkedudukan di Malaysia, entitas ini dibentuk pada tahun 2003 sebagai perpanjangan tangan regional Telkomsigma untuk menggarap pasar integrasi sistem serta solusi ICT di Asia Tenggara. 

Sebelum dibubarkan, unit usaha yang berkantor di Kuala Lumpur ini bertugas mengawal ekspansi portofolio digital korporasi di kancah internasional.

5. PT Alam Pesona Wisata (APW) Menyediakan jasa agen perjalanan wisata. Resmi berdiri pada tahun 2008, APW masuk dalam portofolio sub-grup TelkomMetra (PT Multimedia Nusantara). 

Fokus utamanya adalah mengelola perjalanan korporat dan wisata terpadu, mulai dari pemesanan tiket pesawat, akomodasi hotel, hingga paket perjalanan dinas instansi. Setelah operasionalnya dihentikan, jasa pengurusan perjalanan dinas korporat resmi ditiadakan. 

Kebutuhan internal Telkom Group kini dialihkan ke sistem digital terpusat (shared service), sedangkan untuk pelanggan eksternal diarahkan memanfaatkan jasa vendor pihak ketiga.

6. PT Pojok Celebes Mandiri (PCM) Bergerak di bidang agregator ekosistem pariwisata digital (e-Tourism Aggregator). Didirikan pada tahun 2009, perusahaan ini populer lewat platform digitalnya yang bernama Pointer (Pointer by Telkom Indonesia). 

PCM berperan sebagai agregator sistem pemesanan wisata online-to-offline dengan mengintegrasikan data tiket pesawat, hotel, dan transportasi secara seketika. Layanan ini menyasar mitra agen travel skala kecil-menengah (B2B), platform perusahaan, hingga individu. 

Saat ini, Pointer telah mengumumkan penghentian operasional secara menyeluruh. Di tengah proses likuidasi yang berjalan, sistem reservasi dimatikan secara bertahap guna merampungkan semua sisa transaksi, pengembalian deposit agen, serta penyelesaian tiket perjalanan mitra yang masih aktif.

Terkini