Bandara Husein Kebut Persiapan Layani Pesawat Jet per September 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 21:35:01 WIB
Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports tengah mengakselerasi bermacam persiapan operasional di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. Langkah ini dilakukan menyusul rencana pengaktifan kembali layanan penerbangan pesawat jet yang dijadwalkan pada 17 September 2026. 

Proses pembenahan difokuskan pada penguatan aspek keselamatan, keamanan, serta infrastruktur guna menjamin kelayakan seluruh fasilitas berdasarkan standar penerbangan sipil sebelum operasional pesawat jet resmi dimulai.

Regional CEO Kantor Regional I InJourney Airports, I Wayan Darma, mengungkapkan bahwa percepatan ini dilaksanakan lewat koordinasi yang intens bersama regulator, pemerintah daerah, TNI Angkatan Udara, serta pihak-pihak terkait di Bandara Husein Sastranegara.

"Kami terus mengakselerasi berbagai persiapan sebagai bagian dari dukungan InJourney Airports terhadap kebijakan Pemerintah," ujar Wayan dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).

Dia menyebutkan bahwa semua tingkatan persiapan ditempuh secara bertahap. Pihaknya tetap memprioritaskan keselamatan, keamanan, mutu pelayanan, serta kepatuhan pada aturan penerbangan agar seluruh sarana dan prasarana siap saat operasional penerbangan dikembangkan.

Salah satu fokus utamanya yaitu peningkatan kapasitas sektor Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) atau Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK). InJourney Airports menambah unit armada pemadam dan penyelamatan demi memenuhi standar operasional pesawat jet. 

Selain penguatan alat penunjang, kesiapan SDM turut ditingkatkan lewat penyesuaian struktur organisasi, pelatihan bagi personel, hingga pembenahan standar operasional demi mewujudkan pelayanan yang aman serta tepercaya.

Pada sektor keamanan, InJourney Airports mempertebal personel Aviation Security (Avsec) sekaligus memaksimalkan kinerja fasilitas pemindaian keamanan. 

Pembenahan ini meliputi peningkatan kapasitas mesin X-ray, walkthrough metal detector, handheld metal detector, sistem kamera pengawas (CCTV), serta instrumen pendukung lain yang sesuai standar penerbangan sipil.

Di sisi lain, General Manager Bandara Husein Sastranegara, Granito W. Hindrawan, mengutarakan bahwa pembenahan pun menyasar infrastruktur sisi udara (airside) maupun sisi darat (landside) agar sanggup menyokong kelancaran operasional pesawat jet.

"Kami terus melakukan berbagai penyesuaian dan pembenahan fasilitas bandara agar seluruh infrastruktur siap mendukung operasional sesuai kebutuhan," katanya.

Granito mengimbuhkan, InJourney Airports pun menjalin koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, dan TNI Angkatan Udara untuk memperkuat aksesibilitas menuju bandara, menata area sekitar, serta membangun infrastruktur pendukung pendamping.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menginformasikan bahwa Bandara Husein Sastranegara diproyeksikan kembali melayani penerbangan pesawat jet mulai 17 September 2026 mengacu pada kesiapan yang dipaparkan InJourney Airports.

"Informasi dari Angkasa Pura untuk Bandara Husein Sastranegara Bandung itu, mereka sudah siapkan untuk tanggal 17 September beroperasi," kata Lukman.

Dia memaparkan, Kementerian Perhubungan bersama InJourney Airports sudah melangsungkan inspeksi langsung terhadap kesiapan bandara. Dari hasil peninjauan itu, masih ada beberapa penyesuaian yang mesti dituntaskan lantaran selama beberapa tahun belakangan Bandara Husein Sastranegara cuma melayani penerbangan pesawat baling-baling.

Sejumlah penyesuaian itu di antaranya peningkatan status PKP-PK dari kategori lima ke kategori tujuh, pelapisan ulang landasan pacu (runway), hingga optimalisasi bermacam sistem pembantu seperti penanganan bagasi, fasilitas X-ray, sampai sistem lampu penerangan bandara.

Dari aspek operasional, Kementerian Perhubungan pun sedang merancang pembagian rute penerbangan yang nantinya dilayani melalui Bandara Husein Sastranegara. Pemerintah saat ini masih menanti usulan destinasi yang hendak dibuka oleh pihak maskapai sebelum menetapkan skema operasional yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

"Kami lagi lakukan pembagian rute dan kami akan melihat permintaan dari airline itu mau ke mana aja sih rutenya. Kalau sudah ada permintaan baru kami bisa membuat satu rencana untuk pengoperasian sesuai dengan kondisi yang ada," ujar Lukman.

Halaman :

Terkini