IEU-CEPA Masuk Fase Krusial, Airlangga Targetkan Rampung Akhir 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 20:37:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, proses Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) kini berada pada fase krusial usai Komisi Eropa menyodorkan draf penandatanganan serta pengesahan (conclusion) IEU-CEPA dan Investment Protection Agreement (IPA) kepada Dewan Uni Eropa (Council of the European Union).

Berdasarkan penuturan Airlangga Hartarto, tahapan ini menjadi momentum krusial dalam menuntaskan kesepakatan dagang yang sudah dibahas oleh Indonesia bersama Uni Eropa selama bertahun-tahun.

"Presiden RI Prabowo Subianto berharap hal ini dapat menjadi game changer bagi pasar global. Ketika Indonesia dan Uni Eropa bekerja sama mengembangkan pasar, saya yakin kami dapat membawa skala pertumbuhan yang signifikan ke Uni Eropa dan ke kawasan Indo-Pasifik, di mana Indonesia merupakan ekonomi terbesar di ASEAN," tutur Airlangga Hartarto dalam keterangannya tertulisnya di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Usai diserahkan kepada Dewan Uni Eropa, berkas kesepakatan IEU-CEPA dan IPA tersebut bakal ditinjau lebih lanjut guna memproleh kesepakatan bersama.

Jika berhasil mengantongi persetujuan, kedua draf kerja sama ini berikutnya bakal diteruskan ke pihak Parlemen Eropa demi mendapat lampu hijau terakhir sebelum nantinya diresmikan sekaligus diimplementasikan secara formal.

Pada waktu yang bersamaan, Pemerintah Indonesia pun tetap menggulirkan agenda ratifikasi domestik berlandaskan regulasi yang berlaku di dalam negeri demi memastikan penerapan IEU-CEPA dapat terealisasi sesuai dengan jadwal yang dicanangkan.

Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pihak eksekutif mematok target agenda ratifikasi ini rampung seluruhnya pada paruh kedua tahun 2026, sehingga pemberlakuan kerja sama dagang tersebut bisa diawali pada pergantian tahun 2027.

"Kami menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat diselesaikan pada semester II 2026 sehingga implementasinya dapat dimulai pada awal 2027," kata Airlangga Hartarto.

Bagi pihak Uni Eropa, kesepakatan IEU-CEPA beserta IPA menjadi instrumen penting dalam skema diversifikasi kolaborasi finansial, memperkokoh jalinan niaga dan penanaman modal bersama rekanan strategis, memicu keran ekspor baru, serta memperkuat stabilitas pasokan energi sekaligus material mentah.

Sedangkan bagi pihak Indonesia, pemberlakuan IEU-CEPA diproyeksikan mampu mendongkrak jangkauan komoditas ekspor ke blok Uni Eropa, mengerek nilai saing komoditas domestik, menjaring arus modal asing yang bermutu, dan mengokohkan posisi strategis Indonesia pada pusaran rantai pasok dunia.

Lewat kemitraan dagang ini, Uni Eropa pun bakal memangkas pungutan bea masuk hingga 98,5 persen pos tarif, mempermudah birokrasi pengapalan beragam produk menuju tanah air, menyediakan ruang investasi pada lini krusial layaknya ekosistem mobil listrik, gawai elektronik, serta industri obat-obatan, sekaligus memperkokoh proteksi atas hak kekayaan intelektual dan ketahanan logistik global.

Airlangga Hartarto berpandangan, berjalannya roda kerja sama IEU-CEPA bakal menjadi motor penggerak bagi peningkatan produktivitas sektor manufaktur dalam negeri, membuka ceruk lapangan kerja baru, hingga memicu tren pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih merata serta ramah lingkungan.

Terkini