Pasokan Melimpah, Harga Cabai-Bawang di Pasar Kopro Turun

Jumat, 03 Juli 2026 | 20:13:02 WIB
Harga Cabai dan Bawang Kompak Turun di Pasar Kopro Jakbar [FOTO: NET].

JAKARTA - Harga komoditas cabai dan bawang di rupa-rupa pasar tradisional tercatat mengalami penurunan sepanjang kurang lebih dua minggu belakangan. Salah satu penyusutan harga itu terlihat di Pasar Tomang Barat atau yang lebih akrab disapa Pasar Kopro, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Seorang pedagang sayur di pasar itu, Fauzi (23), mengutarakan penurunan harga melanda seluruh jenis cabai yang dipasarkannya.

"Semua jenis cabai harganya turun," kata Fauzi, Jumat (3/7/2026).

Berdasarkan penuturan Fauzi, nominal cabai rawit merah yang mulanya menyentuh Rp80.000 per kilogram sekarang merosot ke angka Rp60.000 per kilogram.

Sementara itu, banderol cabai hijau besar saat ini bertengger pada angka Rp50.000 per kilogram, cabai keriting hijau Rp50.000 per kilogram, cabai keriting merah Rp60.000 per kilogram, cabai merah besar Rp60.000 per kilogram, serta cabai rawit hijau senilai Rp70.000 per kilogram.

Fauzi memaparkan, kecenderungan merosotnya harga cabai ini mulai bergulir semenjak satu pekan lebih ke belakang. Di samping cabai, banderol bawang merah turut mencatatkan penurunan.

"Bawang merah turun dari Rp 70.000 per kilogram, jadi Rp 60.000 per kilogram," kata dia.

Di sisi lain, harga untuk bawang putih masih terpantau cukup konstan, yakni berada di rentang Rp45.000 sampai Rp50.000 per kilogram.

Pedagang lainnya, Ida Rahayu (56), membenarkan bahwa tingkat harga cabai dan bawang emang sudah melandai sepanjang kisaran dua minggu terakhir.

Menurut penilaian Ida, membludaknya suplai barang dari Pasar Induk bertindak sebagai salah satu pemicu yang membikin harga kebutuhan pokok tersebut melandai.

"Biasanya kalau harga lagi naik (melambung) itu karena stoknya kurang, kosong, terus pengirimannya juga telat," ungkapnya.

Pembeli Manfaatkan Harga Turun

Penyusutan harga komoditas pangan pokok ini direspons secara positif oleh kalangan konsumen. Salah seorang pengunjung pasar, Jamilah (38), menyatakan dirinya mendayagunakan momen melandainya harga ini untuk menyetok cabai dengan kuantitas yang lebih melimpah.

"Kalau harga lagi tinggi, kayak beli cabai ya pembeliannya dikurangin dari misalnya satu kilogram jadi cuma setengah kilogram," ungkapnya.

Jamilah menaruh harapan agar tingkat harga kebutuhan pokok di pasar tradisional dapat terus konstan sehingga tidak memberatkan pos pengeluaran harian keluarga.

Terkini