JAKARTA — PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) mengubah besaran suku bunga depositonya demi merespons peningkatan suku bunga acuan atau BI Rate yang terjadi pada pertengahan Juni 2026.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengungkapkan, peningkatan tarif deposito tersebut telah diterapkan sejak pekan kemarin, dengan nilai bunga yang beragam bergantung pada segmen industrinya.
“Di posisi sekarang ini rate deposito kami untuk individu sekitar 6% ya, tapi ada juga yang di bawah situ. Untuk korporasi juga sekitar 6%,” kata Kunardy saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2026).
Di kala kompetisi likuiditas di dalam industri semakin ketat, saat ini perusahaan tengah mempertebal cadangan likuiditasnya lewat fasilitas pendanaan senilai Rp2 triliun yang diperoleh dari Kookmin Bank selaku induk usaha.
Bukan hanya itu, ia menambahkan, KB Bank juga terus memacu pengumpulan dana murah melalui taktik cross selling dari sektor wholesale, demi memastikan biaya dana tetap bisa dikontrol dengan baik.
Perlu dipahami, BI baru saja menaikkan lagi suku bunga acuan mereka sebanyak 25 bps ke angka 5,75% melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 17—18 Juni 2026. Lewat langkah ini, bank sentral tercatat telah mengerek BI Rate total sebesar 100 basis poin (bps) selama tahun 2026 berjalan.
Ketetapan tersebut dipaparkan secara langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo sewaktu merilis Hasil RDG pada hari ini, Kamis (18/6/2026).
Selaras dengan kebijakan itu, bank sentral pun ikut menaikkan suku bunga Deposit Facility serta Lending Facility masing-masing sebesar 25 bps menjadi 4,75% dan 6,5%.
“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%,” ujar Perry dalam konferensi pers, Kamis (18/6/2026).