Kampung Nelayan Merah Putih Pacu Ekonomi Pesisir 16,2 Persen

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:58:32 WIB
KKP: Kampung Nelayan Merah Putih Dongkrak Ekonomi Pesisir [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai penggerak baru pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir. 

Lewat perombakan desa nelayan menjadi daerah yang modern, produktif, serta terintegrasi dengan akses modal dan pasar, pemerintah mengestimasi program ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir sampai 16,2 persen sekaligus menyejahterakan masyarakat nelayan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengutarakan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu program utama pemerintah dalam menyokong pembangunan ekonomi biru dan pemerataan pembangunan di daerah pesisir.

"Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu strategi transformasi desa nelayan menjadi kawasan produktif dan modern, sekaligus menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir dengan proyeksi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 hingga 16,2 persen," ucap Trenggono di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Berdasarkan penuturannya, program ini tidak sekadar menyasar peningkatan hasil tangkapan nelayan, namun juga membentuk ekosistem usaha perikanan yang lebih padu mulai dari permodalan, operasional, hingga pemasaran produk perikanan ke pasar lokal maupun mancanegara.

Trenggono menerangkan pelaksanaan KNMP sudah diawali sejak 2023 lewat proyek percontohan di Kampung Samber Pineri, Biak Numfor. 

Hasilnya memperlihatkan kenaikan kesejahteraan nelayan, dengan nilai tukar nelayan menyentuh 113,2 persen, penjualan ikan melonjak 47 persen, produksi tangkapan naik 130 persen, dan pendapatan nelayan meningkat sampai 78 persen.

Di samping itu, jangkauan pasar produk tangkapan juga kian berkembang. Bila mulanya pemasaran cuma berjalan di pasar lokal, saat ini komoditas perikanan dari daerah itu sudah didistribusikan ke Bitung, Jakarta, Semarang, dan Surabaya, dengan akumulasi distribusi menyentuh 295 ton senilai Rp 4,7 miliar. Mayoritas hasil produksi bahkan sudah menembus pasar ekspor.

"Kalau dulu penjualannya hanya di pasar lokal, sekarang hampir 90 persen sudah ekspor," tutur Trenggono.

Ia mengimbuhkan, perancangan Kampung Nelayan Merah Putih diatur lewat tiga tingkatan, yaitu peningkatan produktivitas, peningkatan kualitas, serta keberlanjutan. 

Di fase pemungkas, warga pesisir akan distimulasi untuk menjalankan diversifikasi usaha lewat pengembangan budidaya laut (mariculture) yang dianggap mempunyai potensi masif, walaupun tingkat pemanfaatannya saat ini baru berkisar 10 persen.

Berdasarkan pemaparan Trenggono, program ini ialah bagian dari pelaksanaan kebijakan ekonomi biru yang bukan hanya menyasar peningkatan pertumbuhan ekonomi, melainkan juga memperkokoh ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, serta memangkas kemiskinan di kawasan pesisir.

"Proses bisnis Kampung Nelayan Merah Putih dirancang agar nelayan tidak hanya menangkap ikan, tetapi juga mendapatkan dukungan permodalan, fasilitas operasional, dan akses pasar untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor," tandasnya.

Terkini