Piala Dunia 2026: Meksiko Lolos ke 16 Besar Usai Bungkam Ekuador 2-0

Rabu, 01 Juli 2026 | 06:06:01 WIB
Arsitek tim Meksiko, Javier Aguirre. (Foto: NET)

JAKARTA - Penantian panjang selama empat dekade akhirnya disudahi oleh Meksiko untuk mencicipi kemenangan di fase gugur Piala Dunia. 

Kesuksesan ini diraih usai membungkam Ekuador dengan skor akhir 2-0 pada babak 32 besar yang berlangsung Selasa (30/6/2026) waktu setempat. Berkat hasil positif ini, sang tuan rumah turnamen berhak menyegel satu tiket di babak 16 besar.

Hasil manis tersebut sekaligus menandai kemenangan perdana Meksiko pada fase gugur Piala Dunia sejak mereka menumbangkan Bulgaria di edisi 1986 silam, yang mana kala itu mereka juga bertindak sebagai tuan rumah. 

Pada fase berikutnya, Meksiko dijadwalkan bakal bersua dengan pemenang dari laga yang mempertemukan Inggris dan Republik Demokratik Kongo.

Arsitek tim Meksiko, Javier Aguirre, melayangkan apresiasi atas performa yang ditunjukkan skuad asuhannya, khususnya pada paruh pertama pertandingan yang dinilai sebagai penentu kemenangan. 

"Babak pertama kami bermain sangat baik, lalu pada babak kedua kami mampu tetap tenang. Melihat atmosfer stadion dan kebahagiaan para pendukung, saya yakin ada ikatan yang sangat kuat antara tim dan suporter," ujar Aguirre.

Jalannya laga di Stadion Azteca sebenarnya sempat mengalami penundaan selama satu jam lantaran terkendala badai petir. Kendati demikian, situasi cuaca yang tidak bersahabat tersebut sama sekali tidak menyurutkan gairah lebih dari 80.000 suporter yang memadati tribun dan menghidupkan atmosfer stadion.

Sejak menit awal, Meksiko langsung memperagakan permainan ofensif. Raul Jimenez sempat mengancam lewat tandukan, sementara pemain muda berusia 17 tahun, Gilberto Mora, hampir saja melesakkan gol indah via tendangan dari sudut sempit. 

Ekuador bukan tanpa perlawanan, mereka sempat menebar ancaman melalui skema serangan balik cepat lewat John Yeboah, namun bola hasil sepakannya hanya menerpa bagian luar tiang gawang.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-22. Umpan terobosan dari Roberto Alvarado berhasil dijangkau oleh Julian Quinones yang kemudian mengecoh kawalan Willian Pacho sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang. Bagi Quinones, ini merupakan gol ketiganya sepanjang turnamen bergulir.

Meksiko berhasil memperlebar jarak keunggulan pada menit ke-31 memanfaatkan kesalahan lini belakang Ekuador yang kehilangan bola di area pertahanan sendiri. Jimenez yang melakukan kerja sama satu-dua dengan Quinones langsung menyambar bola dengan sepakan pertama yang mengarah tepat ke pojok atas gawang. 

Torehan tersebut menjadi gol internasional ke-47 bagi Jimenez, membuatnya kini hanya berjarak lima gol dari Javier Hernandez selaku top skor sepanjang masa timnas Meksiko.

Keunggulan dua gol membuat armada Meksiko tampil semakin percaya diri. Di sisi lain, Ekuador tampak frustrasi untuk mengembangkan permainan walau sempat mendapat peluang emas lewat sepakan keras Yeboah yang masih bisa dimentahkan penjaga gawang Raul Rangel.

Memasuki paruh kedua, yel-yel "Y si sí?" atau "Bagaimana jika memang ini saatnya?" terus berkumandang dari tribun penonton, mencerminkan rasa optimisme tinggi dari publik Meksiko untuk menyudahi tren buruk di fase gugur.

Ekuador sejatinya lebih mendominasi penguasaan bola selepas turun minum, tetapi mereka kesulitan membongkar pertahanan lawan. Sebaliknya, Meksiko hampir menambah pundi-gola andai sundulan sang kapten, Cesar Montes, tidak ditepis oleh kiper Hernan Galindez.

Javier Aguirre kemudian memutuskan untuk mengistirahatkan Quinones, Jimenez, dan Gilberto Mora yang keluar lapangan dengan iringan tepuk tangan meriah dari publik stadion. 

Sebagai catatan, Mora menjadi pemain termuda yang diturunkan sebagai starter di ajang Piala Dunia sejak sang legenda Brasil, Pelé. 

"Sayang Mora mulai kehabisan tenaga, tapi dia masih anak-anak dan bermain sangat berani. Semua pemain bekerja sangat keras," kata Aguirre.

Petaka bagi Ekuador kian bertambah di pengujung laga setelah bek Piero Hincapie diganjar kartu merah langsung akibat terlibat cekcok dengan Santiago Gimenez. Meksiko pun sukses mengunci laga dengan kemenangan nirbobol sekaligus mempertahankan catatan impresif lini belakang mereka di turnamen ini.

Begitu wasit meniup peluit panjang, tangis haru dan sukacita pecah di stadion seiring para pemain serta puluhan ribu pendukung bersama-sama mendendangkan lagu mariachi legendaris bertajuk "El Rey". Aguirre pun menegaskan bahwa laga yang akan datang bakal menjadi momen terbesar sepanjang karier kepelatihannya. 

"Pertandingan hari Minggu nanti adalah laga terpenting dalam sejarah tim nasional Meksiko dan juga dalam karier saya," tutupnya.

Terkini