BAF Rilis Obligasi Rp366,84 Miliar dan Sukuk Rp100 Miliar

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:34:01 WIB
PT Bussan Auto Finance (BAF). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Bussan Auto Finance (BAF) merilis Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2026 yang memiliki nilai pokok Rp 366,84 miliar. Langkah penerbitan ini menjadi bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan IV yang membidik total perolehan dana mencapai Rp 4 triliun.

Merujuk pada prospektus resmi pada Senin (29/6/2026), obligasi itu disediakan tanpa warkat dengan harga penawaran sebesar 100% dari nilai pokoknya. Produk obligasi ini dibagi menjadi dua jenis seri. 

Untuk Seri A, nilai pokok yang ditawarkan senilai Rp 363,59 miliar yang berjangka waktu 370 hari kalender serta memiliki bunga tetap 7,40% per tahun. Lalu untuk Seri B, nilai pokoknya sebesar Rp 3,25 miliar dengan jangka waktu tiga tahun dan tingkat bunga tetap 7,50% per tahun.

Proses pembayaran bunga untuk obligasi ini bakal dilakukan per triwulan, di mana pembayaran perdana bakal direalisasikan pada 8 Oktober 2026. Sementara itu, waktu pelunasan pokok untuk Obligasi Seri A jatuh pada 18 Juli 2027, dan Obligasi Seri B bakal jatuh tempo pada 8 Juli 2029.

Di samping obligasi, BAF turut meluncurkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2026 yang mengantongi jumlah dana Rp 100 miliar. Penerbitan ini terhitung sebagai bagian dari PUB Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II dengan target pengumpulan dana sebesar Rp 1 triliun. 

Sukuk mudharabah tersebut dihadirkan tanpa warkat serta ditawarkan senilai 100% dari total nilai dana sukuk. Produk ini mempunyai jangka waktu 370 hari kalender dengan porsi nisbah bagi hasil sebesar 16,82% dari pendapatan yang dibagihasilkan, beserta indikasi imbal hasil ekuivalen 7,40% per tahun.

Aliran pendapatan bagi hasil dari sukuk ini dibayarkan per triwulan. Jadwal pembayaran pertama ditetapkan pada 8 Oktober 2026, lalu pelunasan dana sukuk secara utuh dilakukan saat waktu jatuh tempo pada 18 Juli 2027.

Semua dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi, sesudah dikurangi biaya emisi, bakal dimanfaatkan sebagai modal kerja pembiayaan perusahaan. 

Alokasi dana tersebut akan disalurkan untuk pembiayaan motor baru Yamaha, pembiayaan mobil, pembiayaan motor bekas berkualitas, pembiayaan alat elektronik dan furnitur, pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembiayaan lainnya yang sejalan dengan izin usaha milik perusahaan.

Di sisi lain, seluruh perolehan dana dari penerbitan sukuk mudharabah, sesudah dikurangi biaya emisi, bakal dipakai demi menyokong aktivitas pembiayaan konsumen perusahaan yang berbasis Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) sesuai izin usaha yang dipegang oleh perusahaan.

Terkini