IPO PRDL Mulai Masa Offering Rp 120 per Saham Hingga 7 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:09:31 WIB
PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL). (Foto: NET)

JAKARTA – Investor yang tertarik berpartisipasi dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) kini sudah dapat melakukan pemesanan saham mulai hari ini. 

Proses IPO emiten tersebut telah resmi masuk ke dalam masa penawaran umum (offering) yang berjalan sejak tanggal 1 hingga 7 Juli 2026. Dengan demikian, para peminat bisa memesan saham melalui platform e-IPO ataupun lewat aplikasi sekuritas yang sudah terkoneksi dengan sistem elektronik tersebut.

Perusahaan yang populer dengan nama Proline ini bergerak di bidang produksi alat kesehatan in vitro diagnostic (IVD) di tanah air. Didirikan pada tahun 2010 silam, PRDL memproduksi berbagai instrumen serta reagen IVD sekaligus menempatkan posisinya sebagai pelaku manufaktur dan perakitan alat medis diagnostik lokal.

Melalui aksi korporasi ini, PRDL melepas sebanyak 522,9 juta lembar saham kepada masyarakat, jumlah yang setara dengan 30% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-penawaran umum. Harga saham perdana ini dipatok sebesar Rp 120 per lembar, yang berarti perseroan berpeluang meraih dana segar mencapai Rp 62,75 miliar.

Batas waktu pemesanan saham lewat mekanisme e-IPO dijadwalkal hingga 7 Juli 2026 tepat pukul 12.00 WIB. Setelah itu, pembagian saham secara elektronik akan dilaksanakan pada 8 Juli 2026. Sementara itu, pencatatan dan perdagangan perdana saham PRDL di Bursa Efek Indonesia akan dimulai pada 9 Juli 2026.

Pasca-IPO terlaksana, struktur kepemilikan saham perseroan bakal berubah menjadi PT Prodia Utama dengan porsi 35,7%, disusul PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) sebesar 27,30%, DiaSys Diagnostic Systems GmbH mengantongi 7%, serta publik yang memiliki 30%.

Seluruh dana segar yang diperoleh dari IPO ini bakal dimanfaatkan demi memperkokoh struktur permodalan sekaligus mendanai ekspansi bisnis. Sebagian dana korporasi, yakni berkisar Rp 35,6 miliar, dipersiapkan untuk membayar lunas pokok pinjaman kredit di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin Bank). 

Selanjutnya, porsi sekitar 28,18% dari perolehan IPO didekasikan untuk belanja modal (capital expenditure/capex), sedangkan sisa 10,18% sisanya bakal ditempatkan sebagai modal kerja demi menyokong operasional harian dan ekspansi bisnis perseroan ke depan.

Terkini