Strategi Gadai Mas Nusantara Hadapi Persaingan Industri

Selasa, 30 Juni 2026 | 22:45:31 WIB
PT Gadai Mas Nusantara. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Gadai Mas Nusantara memproyeksikan kompetisi dalam industri pergadaian ke depan bakal kian ketat, seiring dengan meningkatnya jumlah pelaku bisnis yang merambah ke ranah nasional.

Corporate Secretary & Legal Gadai Mas Nusantara, Evi Mayanti Situmorang memandang situasi tersebut sebagai momen positif bagi industri demi memacu inovasi, memajukan mutu pelayanan, serta membuka lebar keterjangkauan pembiayaan untuk warga.

Demi bisa mempertahankan posisi kompetitif, sambung Evi, korporasi menitikberatkan pada eskalasi mutu layanan, konsolidasi tata kelola korporasi, serta penggunaan teknologi untuk mendongkrak efisiensi operasional dan menyajikan kepuasan optimal bagi para pelanggan.

“Selain itu, perusahaan juga terus memperluas jaringan layanan secara bertahap dan memperkuat manajemen risiko agar pertumbuhan usaha dapat berjalan sehat, berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan pasar,” katanya, Senin (29/6/2026).

Walau demikian, Gadai Mas Nusantara memprediksi pada tahun ini sektor pergadaian bakal menjumpai beragam hambatan seperti rivalitas bisnis yang kian tajam, dinamika harga emas yang terimbas situasi finansial global, hingga pergeseran ekspektasi serta kebiasaan pelanggan yang kian memprioritaskan kepraktisan layanan.

“Untuk menghadapinya, perusahaan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, kualitas pembiayaan, penerapan prinsip kehati-hatian serta peningkatan kualitas layanan agar tetap tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tegas Evi.

Maka dari itu, dia menilai ke depannya kompetitivitas korporasi tidak sekadar dipatok berdasarkan ukuran bisnis, namun juga oleh mutu pelayanan, tata kelola yang mumpuni serta kejelian dalam menangkap keperluan pelanggan.

Sebagai catatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merestui perluasan jangkauan wilayah operasional dari skala provinsi ke skala nasional untuk dua korporasi pergadaian, yakni PT Gadai Sakti Jakarta serta PT Gadai Mas Nusantara.

Eksistensi perluasan wilayah operasional ini berpotensi mendongkrak kapasitas bisnis kedua korporasi, merentangkan radius pelayanan pegadaian yang sah dan teregistrasi, serta menyediakan jalan masuk pembiayaan yang kian lapang bagi warga di bermacam wilayah.

Berdasarkan data yang ada, OJK mendokumentasikan distribusi pinjaman sektor pergadaian tumbuh sebesar 56,80% (year on year/YoY) menyentuh angka Rp157,20 triliun pada April 2026. 

Distribusi pinjaman paling dominan dipegang oleh PT Pegadaian konvensional dengan nominal Rp130,24 triliun atau setara 82,85% dari keseluruhan penyaluran modal sektor Pergadaian.

Terkini