Harga Bahan Pokok di Malang Anjlok 50 Persen Saat Libur MBG

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:32:31 WIB
Suasana di Pasar Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. (Foto: NET)

JAKARTA - Harga sejumlah bahan pangan di Pasar Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, merosot tajam selama satu minggu belakangan. Penurunan nilai jual ini melanda berbagai komoditas pangan, mulai dari cabai, bawang, telur, daging ayam, hingga beragam sayur-mayur. 

Sejumlah pedagang memperkirakan kemerosotan harga ini berkaitan erat dengan masa libur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Walau demikian, mereka mengaku belum bisa memastikan penyebab tunggalnya lantaran suplai barang dari pihak pengepul juga sedang sangat melimpah.

Pedagang sayuran di Pasar Klojen, Isnaini, mengungkapkan bahwa harga cabai rawit yang mulanya sempat menyentuh angka Rp100.000 per kilogram saat ini merosot ke angka Rp50.000 per kilogram atau terpangkas hingga 50 persen. 

Sebelumnya, harga cabai tersebut juga sempat tertahan pada kisaran Rp70.000 per kilogram. 

"Bawang merah juga turun dari Rp60.000 menjadi Rp50.000 per kilogram. Bawang putih juga sekarang Rp50.000, sebelumnya Rp60.000. Memang turunnya sedikit-sedikit, tapi terus turun,” ujar Isnaini, Selasa (30/6/2026).

Di samping kelompok cabai dan bawang, penurunan nilai jual juga dijumpai pada bermacam-macam jenis sayuran. Terong ungu saat ini dihargai Rp8.000 per kilogram, kacang panjang Rp10.000 per kilogram, sementara brokoli menyusut dari Rp30.000 menjadi Rp20.000 per kilogram. 

"Selada keriting paling anjlok dari harganya, dari awal Rp60.000 menjadi hanya Rp20.000 per kilogram," tambahnya.

Menurut Isnaini, kecenderungan penurunan harga ini mulai dirasakan sejak sekitar satu pekan terakhir. Ia menduga salah satu aspek yang memengaruhi situasi ini ialah jeda libur program MBG, kendati ketersediaan pasokan yang melimpah dari pihak pengepul turut andil di dalamnya. 

"Sepertinya iya (karena MBG), tapi saya juga enggak begitu tahu pasti. Kalau informasi dari pengepul memang barangnya sedang banyak. Sudah lama naik, mungkin memang sekarang waktunya turun saja," tuturnya.

Menyusutnya harga jual sejumlah komoditas pangan ini membuat transaksi perdagangan di Pasar Klojen kembali bergeliat. Masyarakat mulai memanfaatkan momentum harga murah tersebut untuk berbelanja dalam volume yang lebih besar, khususnya untuk bahan pangan yang memiliki daya simpan lama. 

"Alhamdulillah mulai ramai. Banyak yang beli bawang merah sama bawang putih lebih banyak untuk disimpan. Biasanya beli seperempat kilogram, sekarang langsung satu kilogram karena mumpung murah," ujar Isnaini.

Situasi serupa turut dirasakan oleh seorang pedagang sembako bernama Sayid Afifudin. Menurut dia, harga telur serta daging ayam mengalami penurunan yang tergolong dalam sehingga menjadi lebih ramah di kantong masyarakat. 

"Harga telur sekarang Rp22.000 per kilogram, sebelumnya Rp28.000. Ayam juga dari sekitar Rp38.000 sekarang jadi Rp22.000 per kilogram. Enak sekarang, kulakannya murah, jualnya juga murah," kata Sayid.

Ia berpendapat bahwa penurunan harga ini memberikan efek yang positif bagi para pedagang maupun pihak konsumen. Di samping modal kulakan yang menjadi lebih rendah, masyarakat pun memiliki kecenderungan untuk membeli dalam porsi yang lebih banyak ketimbang saat harga pangan masih melambung tinggi. 

"Kalau jualannya murah pembeli juga senang. Pembelian sebenarnya tetap, cuma sekarang orang banyak yang sekalian nyetok. Waktu mahal belinya dihemat, sekarang karena turun jadi beli lebih banyak," pungkas Sayid.

Terkini