Cara Mengatasi 3 Masalah Rambut yang Sering Dialami

Minggu, 28 Juni 2026 | 21:41:31 WIB
Masalah Rambut Orang Indonesia. [Foto: NET]

JAKARTA - Masalah rambut pada masyarakat Indonesia kerap dipicu oleh iklim tropis, polusi udara, hingga kebiasaan menata rambut yang dilakukan saban hari. Kerusakan, kerontokan, serta rambut lepek menjadi keluhan yang paling sering muncul dan memerlukan penanganan berbeda sesuai dengan faktor penyebabnya.

Menurut Head of Marketing Schwarzkopf Indonesia, Patricia Siska, penggunaan sampo dengan kandungan aktif yang tepat dapat menjadi solusi dalam mengatasi problematika rambut yang umum dialami oleh masyarakat di tanah air.

Terdapat tiga masalah rambut utama yang sering dihadapi oleh masyarakat Indonesia:

1. Rambut Rontok Keluhan utama yang paling masif dirasakan adalah kerontokan rambut. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti stres, perubahan hormon, dan minimnya asupan nutrisi yang mengganggu siklus pertumbuhan rambut. 

Selain itu, faktor eksternal seperti paparan polusi, sinar matahari, serta pemakaian produk yang tidak tepat turut memperburuk kondisi tersebut.

Patricia menjelaskan bahwa sampo dengan kandungan aktif tertentu mampu meminimalkan kerontokan sekaligus mengokohkan akar rambut.

"Rambut rontok jadi permasalahan utama orang Indonesia dengan penyebab dari dalam maupun luar. Kami anjurkan untuk menggunakan shampo dengan Cornflower Extract, Taurine, dan Carnitine," jelas Patricia dalam Shampoo Schwarzkopf Extra Care Launch Event di Central Park Mall, Jakarta Barat, Jumat (26/6/2026).

Ketiga zat aktif tersebut berfungsi mengoptimalkan pertumbuhan rambut dengan menjaga kesehatan folikelnya.

"Kandungan ini untuk mengurangi kerontokan rambut dengan menstimulasi atau membantu mengaktifkan folikel-folikel rambut dan memperkuat akar rambut,” ungkap dia.

Akar dan folikel rambut yang sehat akan membuat rambut tidak rentan patah atau rontok saat sedang disisir maupun dibilas.

2. Rambut Lepek Masalah berikutnya yang kerap timbul adalah rambut lepek, yang sangat berkaitan dengan kondisi iklim tropis yang lembap dan panas. Cuaca seperti ini memicu peningkatan produksi sebum atau minyak pada kulit kepala. 

Sebum yang berlebih membuat rambut tampak berminyak, lepek, dan cepat kotor walau baru saja dibersihkan, sehingga memicu sebagian orang untuk mencuci rambut setiap hari.

Untuk mengatasi keluhan tersebut, kandungan ekstrak jahe dinilai dapat menjadi jalan keluar.

"Ekstrak jahe bisa mengontrol sebum yang ada di kulit kepala, terlebih Indonesia dengan iklim tropis yang lembab. Hal ini bisa membuat rambut mudah lepek dan berminyak,” imbau dia.

Kontrol sebum yang baik akan menjaga kulit kepala tetap segar dan membebaskan rambut dari lepek sepanjang hari.

3. Rambut Rusak Kerusakan rambut akibat proses penataan (styling) juga menjadi problem yang banyak dijumpai. Penggunaan alat penata rambut bersuhu tinggi, proses pewarnaan, bleaching, hingga pengeritingan (perm) dapat melemahkan kekuatan batang rambut. 

Hal ini memicu rambut menjadi kering, kusam, kasar, bercabang, hingga mudah patah. Kerusakan akan semakin sulit ditangani jika proses tersebut terus berulang tanpa adanya perawatan yang tepat.

Guna mengembalikan kesehatan rambut, Patricia menyarankan pemakaian sampo yang kaya akan kandungan minyak alami.

"Proses styling, perm, bleaching bisa membuat rambut lebih mudah rusak. Untuk memperbaikinya, kami anjurkan untuk pakai shampo dengan berbagai macam kandungan minyak alami, seperti Rose Damascus oil,” sarannya.

Minyak alami ini berfungsi melembapkan sekaligus memperbaiki struktur batang rambut yang rusak.

Di samping pemilihan produk yang tepat, membatasi frekuensi penggunaan alat penata rambut bersuhu tinggi serta memberikan waktu jeda bagi rambut pascaproses kimia sangat penting untuk menjaga kesehatannya dalam jangka panjang. 

Perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dapat meminimalkan risiko rambut rontok, lepek, maupun rusak sehingga rambut tetap sehat dan berkilau.

Terkini