Benarkah Brow Bomber Bikin Bulu Alis Keriting? Ini Faktanya

Minggu, 28 Juni 2026 | 21:07:32 WIB
Perawatan brow bomber. [Foto: NET]

JAKARTA – Perawatan brow bomber kian digemari karena efektif membuat tampilan bulu alis menjadi lebih rapi, terangkat, sekaligus bervolume. 

Kendati demikian, sempat beredar asumsi di media sosial yang menyebutkan bahwa setelah melakukan brow bomber, bulu alis justru berisiko berubah menjadi keriting. Lantas, apakah informasi tersebut valid?

Menurut penjelasan Pendiri Ruhee by EVER, Yuliana Nyoto, kondisi bulu alis yang tampak keriting atau frizzy pasca-prosedur brow bomber pada umumnya dipicu oleh sejumlah faktor tertentu, dan bukan sepenuhnya kesalahan dari metode perawatan itu sendiri.

Yuliana memaparkan bahwa terdapat dua aspek krusial yang melatarbelakangi mengapa bulu alis terlihat mengeriting atau frizzy setelah menjalani perawatan tersebut. Salah satu pemicu teknisnya adalah terjadinya overprocess saat tindakan dilakukan.

“Kasus bulu alis yang keriting dan frizzy setelah brow bomber itu disebabkan oleh dua kemungkinan yaitu overprocess dan proses pertumbuhan bulu,” ungkap Yuliana kepada Kompas.com saat ditemui di Ruhee by EVER Pakubuwono, Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2026).

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa tahapan lifting dalam prosedur brow bomber memanfaatkan cairan kimia khusus untuk mengarahkan helai bulu alis ke bentuk yang dipersiapkan. 

Pengaplikasian bahan ini menuntut ketepatan waktu agar memperoleh hasil yang maksimal. Jika cairan lifting dibiarkan menempel terlalu lama, struktur asli dari bulu alis dapat mengalami perubahan yang memengaruhi hasil akhir penampilannya.

“Overprocess artinya sewaktu lifting alis, kami akan mengaplikasikan obat untuk bulu alisnya. Kemungkinan besar obat tersebut didiamkan terlalu lama sehingga berefek tidak baik,” jelas Yuliana.

Oleh karena itu, tindakan brow bomber sangat disarankan untuk dikerjakan oleh terapis profesional yang benar-benar menguasai teknik serta durasi pemakaian produk. Langkah ini penting guna meminimalkan timbulnya risiko overprocess.

Di samping kendala teknis dalam proses perawatan, Yuliana juga mengemukakan bahwa perubahan pada bentuk alis dapat berlangsung secara alamiah seiring berjalannya fase pertumbuhan bulu yang baru. Karakteristik bulu alis tidak tumbuh lurus ke arah atas, melainkan mengarah agak miring dan sedikit berputar.

Faktor pertumbuhan natural inilah yang terkadang memicu tampilan alis tampak berbeda apabila dibandingkan dengan kondisi sesaat setelah menyelesaikan tindakan brow bomber.

“Kedua, bisa jadi karena keriting terjadi sewaktu bulu alis tumbuh. Bulu alis itu tumbuhnya tidak lurus, melainkan miring dan memutar. Inilah mengapa alis yang sebelumnya terlihat lurus jadi terkesan keriting,” kata Yuliana.

Ia menegaskan kembali bahwa dinamika perubahan tersebut merupakan bagian dari siklus pertumbuhan alami dari bulu alis manusia, sehingga tidak senantiasa mengindikasikan adanya kerusakan struktural yang disebabkan oleh prosedur brow bomber.

Terkini