Riset dan Teknologi Jadi Fondasi Utama Inovasi Produk Kecantikan

Minggu, 28 Juni 2026 | 21:01:31 WIB
Inovasi Kecantikan. [Foto: NET]

JAKARTA - Perkembangan dalam industri kecantikan sangat didorong oleh kehadiran inovasi. 

Berbagai produk kosmetik kini tidak lagi sekadar menawarkan perubahan instan, melainkan turut mengutamakan riset ilmiah, pemanfaatan teknologi terbaru, serta pemenuhan standar keamanan yang ketat demi memuaskan kebutuhan pasar yang dinamis.

Prinsip tersebut mendasari seluruh terobosan yang dilahirkan oleh L'Oréal Groupe. Perusahaan global ini memosisikan penelitian jangka panjang, pengembangan teknologi, dan pengujian keamanan produk sebagai pilar utama dalam menyajikan solusi kecantikan pada segmen perawatan kulit, kosmetik, perawatan rambut, hingga parfum.

Head of Research & Innovation (R&I) L'Oréal Indonesia, Akash Tiwari mengutarakan bahwa sepanjang 117 tahun perjalanan perusahaan, sains dan inovasi selalu menjadi elemen paling krusial dari setiap produk yang dipasarkan.

“(Produk) kecantikan kami lahir dari sains, lebih dari empat ribu ilmuwan di seluruh dunia dari berbagai bangsa, berbagai spesialisasi bekerja sama untuk memahami konsumen dan apa yang benar-benar berhasil untuk mereka,” kata Akash.

Guna memahami karakteristik kulit, rambut, dan kebutuhan pasar yang terus bergerak sekaligus menjaga relevansi di berbagai generasi, L'Oréal berkomitmen kuat pada investasi riset.

 Akash juga menegaskan bahwa jaminan keamanan serta mutu produk merupakan fokus utama di tiap tahapan, mulai dari seleksi bahan mentah, perancangan formula, hingga produk sampai ke tangan pengguna.

“Kami adalah menghadirkan keamanan terbaik dengan metode terbaik yang dapat emmbantu kami memastikan bahwa produk kami aman bagi konsumen dan lingkungan. Salah satu buktinya adalah EPISKIN,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa EPISKIN merupakan sistem pengujian tanpa melibatkan hewan. Metode ini memanfaatkan rekonstruksi jaringan kulit manusia yang ditumbuhkan di laboratorium (lab-grown), yang sudah diaplikasikan sejak 1979 demi mendapatkan penilaian keamanan produk secara lebih presisi sekaligus etis.

Di tingkat global, L'Oréal menggelar lebih dari 44.000 evaluasi keamanan pada manusia serta 40.000 uji stabilitas produk per tahun. Untuk pasar domestik, komitmen tersebut diperkuat melalui fasilitas Evaluation Intelligence (EI) Center yang didirikan sejak 2012 sebagai bagian dari ekosistem riset global perusahaan.

“Melalui pusat evaluasi yang melibatkan puluhan ribu konsumen tiap tahunnya, kami juga dapat memperoleh wawasan yang lebih mendalam mengenai kebutuhan, karakteristik kulit dan rambut, serta preferensi konsumen Indonesia yang terus berkembang,” papar Akash.

Salah satu prioritas studi L'Oréal tertuju pada penanganan gangguan pigmentasi yang marak dikeluhkan masyarakat Indonesia. Data internal perusahaan menunjukkan bahwa 73 persen konsumen di tanah air mengkhawatirkan masalah warna kulit, seperti hiperpigmentasi, noda bekas jerawat, bintik hitam, warna kulit tidak merata, hingga melasma.

Sebagai bentuk solusi, L'Oréal menciptakan Melasyl™, sebuah molekul eksklusif yang lahir dari proses riset selama hampir dua dekade dengan menyeleksi lebih dari 100.000 kandidat molekul.

 Akash menerangkan bahwa gangguan muncul saat produksi melanin berlebih dan mengumpul di titik tertentu, sehingga memicu noda gelap yang sukar hilang. Keunggulan Melasyl™ terletak pada kemampuannya mengendalikan kelebihan pigmen tersebut tanpa mengganggu kinerja alami melanin yang tetap diperlukan oleh kulit.

Di samping masalah warna kulit, L'Oréal menaruh perhatian pada proteksi terhadap cahaya (fotoproteksi) dengan mengenalkan inovasi filter UV bernama Mexoryl 400. Teknologi ini diformulasikan khusus guna menangkal pancaran ultra-long UVA, yaitu spektrum sinar matahari yang mampu menembus lapisan kulit paling dalam.

"Salah satu yang paling menantang adalah ultra-long UVA, yang mampu menembus lebih dalam ke kulit dan berkontribusi terhadap berbagai permasalahan seperti pigmentasi, photoaging, hingga tanda-tanda penuaan dini. Karena itu, para ilmuwan L’Oréal mengembangkan teknologi fotoproteksi yang mampu memproteksi bahkan dari sinar ultra-long UVA,” ungkap Akash.

Menyertai beragam terobosan teknologi tersebut, L'Oréal Groupe bersinergi dengan Shopee menyelenggarakan program belanja bertajuk "House of Beauty" Hyper Brand Day pada tanggal 29 Juni sampai 3 Juli 2026. 

President Director L'Oréal Indonesia, Benjamin Rachow menyatakan bahwa sebagai pemimpin pasar kosmetik global dengan portofolio 40 merek internasional, L'Oréal Groupe menguasai kompetensi pada sektor perawatan kulit, tata rias, rambut, serta wewangian. 

Melalui ajang ini, untuk pertama kalinya L'Oréal memamerkan kekuatan seluruh lini tersebut dengan memboyong lebih dari 13 merek populer di bawah satu program terpadu.

“Kami sangat bangga Indonesia terpilih menjadi pasar pertama di dunia yang mengeksekusi Hyper Brand Day ini. Lewat kolaborasi dengan Shopee, kami ingin menghadirkan masa depan belanja kecantikan yang imersif dan dipersonalisasi bagi seluruh konsumen,” kata Benjamin.

Pada kesempatan yang sama, Director of Business Partnership Shopee Indonesia, Daniel Minardi menambahkan bahwa perputaran pasar kosmetik di platform dagang digital terus mengalami lonjakan yang sangat masif dan dinamis.

“Melalui House of Beauty, kami membawa kolaborasi ini menjadi sesuatu yang sangat spesial dalam menghadirkan standar baru inovasi kecantikan digital. Kami berharap pengguna dapat menikmati rangkaian penawaran special, mulai dari diskon s/d 70%, integrasi teknologi Virtual Try-On (VTO), hingga peluncuran produk secara eksklusif," kata Daniel.

Terkini