SGER Siapkan Rp90 Miliar Demi Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

Minggu, 28 Juni 2026 | 18:21:01 WIB
PT Sumber Global Energy Tbk. [Foto: NET]

JAKARTA – Emiten batu bara PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) kini telah menyediakan dana sebesar Rp90 miliar yang dialokasikan untuk membayar surat utang yang segera jatuh tempo pada 10 Juli 2026.

Sekretaris Perusahaan SGER Michael Harold menjelaskan bahwa pihak perseroan sudah mencadangkan dana yang dibutuhkan guna melunasi Obligasi Berkelanjutan I PT Sumber Global Energy Tbk. Tahap I Tahun 2024 Seri B tersebut.

"Jumlah pokok Obligasi Berkelanjutan I PT Sumber Global Energy, Tbk Tahap I Tahun 2024 Seri B sebesar Rp90 miliar siap untuk dilunasi sesuai dengan tanggal jatuh tempo," tulis Michael lewat keterbukaan informasi, dikutip Minggu (28/6/2026). 

Adapun, surat utang tersebut memang dijadwalkan jatuh tempo pada tanggal 10 Juli 2026.

Di samping itu, dalam laporan terkini, SGER juga berhasil menyepakati kontrak pengiriman batu bara ke Vietnam dengan nilai yang sangat besar, yakni mencapai US$154,68 juta atau berkisar Rp2,68 triliun (mengacu kurs Rp17.300 per dolar AS). 

Perjanjian pasokan batu bara ini ditujukan untuk menyokong operasional komersial Pembangkit Listrik Tenaga Panas Song Hau 1 di negara tersebut sepanjang periode 2026 hingga 2027.

"Kontrak ini menandakan kembalinya SGER secara kuat ke Vietnam, salah satu pasar energi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara," kata Direktur Utama SGER Welly Thoma.

Welly berpendapat bahwa pencapaian kontrak bernilai besar ini merupakan wujud keberhasilan perseroan di tengah situasi pasar komoditas yang penuh tantangan. 

Sebelum menembus Vietnam, SGER diketahui telah lebih dulu mengamankan kontrak batu bara di beberapa negara Asia lainnya, termasuk Filipina dan Bangladesh.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2026 yang belum diaudit, SGER sukses mengumpulkan pendapatan bersih hingga Rp2,50 triliun, tumbuh sekitar 1,6% secara year on year (YoY). Mayoritas pendapatan perseroan, yaitu sebesar 75% atau setara Rp1,87 triliun, bersumber dari lini bisnis batu bara.

Selanjutnya, sumbangan terbesar kedua berasal dari segmen kokas minyak bumi dengan porsi 18% atau senilai Rp450,87 miliar. 

Perseroan juga mencatatkan pemasukan dari sektor nikel sebesar Rp147,10 miliar, pasir dan kapur senilai Rp25,61 miliar, solar sebesar Rp2,15 miliar, serta dari komoditas kelapa sawit yang menyumbang Rp1,50 miliar.

Terkini