Wamenkop Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Distribusi UMKM

Minggu, 28 Juni 2026 | 18:12:02 WIB
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah. [Foto: NET]

JAKARTA - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah memotivasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar menjadi saluran distribusi bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) demi menjangkau pasar yang lebih luas, sehingga tidak sekadar bertumpu pada penjualan di wilayah asal.

Farida menyebutkan bahwa KDKMP tidak cuma didirikan demi melayani kebutuhan masyarakat desa, melainkan juga berfungsi sebagai wadah konsolidasi serta pemasaran produk-produk andalan dari daerah.

"Kita ingin produk ini terkonsolidasi dan didistribusikan ke seluruh jaringan koperasi di NTB, bahkan nasional," katanya saat berkunjung ke UMKM Sasak Maiq di Kabupaten Lombok Barat, NTB, Sabtu (27/6), dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Berdasarkan penjelasan Farida, keberadaan jaringan KDKMP di bermacam wilayah diproyeksikan bisa memangkas rantai pemasaran produk UMKM sekaligus membuka peluang ke pasar yang lebih besar.

Bukan hanya menjadi saluran distribusi bagi produk lokal, KDKMP pun mempunyai peran sebagai penyuplai kebutuhan mendasar warga desa, seperti beras, minyak goreng, serta pupuk, lewat harga yang lebih murah lantaran memperpendek jalur distribusi yang panjang.

Farida melengkapi bahwa para pelaku UMKM yang ikut mendaftar sebagai anggota koperasi pun dapat menggunakan peluang permodalan lewat Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) menggunakan bunga kisaran 6 persen per tahun.

Menurut Farida, fasilitas pembiayaan itu bisa dipergunakan demi menaikkan kapasitas produksi ataupun investasi peranti usaha supaya UMKM semakin siap menyuplai pesanan pasar.

"Fungsinya, saat bergabung di koperasi, bapak-ibu bisa akses pembiayaan bunga rendah untuk meningkatkan produksi atau membeli alat baru. Ada juga ruang agregasi untuk saling bertukar informasi pasar," katanya.

Di tengah situasi ketidakpastian ekonomi global serta naik-turunnya harga komoditas impor, Farida turut mengimbau pelaku UMKM agar mengoptimalkan pemakaian bahan baku lokal demi memperkokoh ketahanan usaha.

Farida menilai UMKM menjadi sektor yang terhitung kuat dalam menghadapi guncangan ekonomi lantaran posisinya yang lebih dekat dengan sumber daya lokal jika dibandingkan dengan industri yang bertumpu pada bahan baku impor.

Farida mengimbuhkan bahwa pemerintah pun senantiasa memacu produk-produk UMKM daerah supaya bisa menembus pasar ekspor lewat sinergi dengan bermacam pihak, termasuk Smesco Indonesia dan Kementerian Perdagangan.

Wamenkop tersebut turut memotivasi UMKM di Lombok agar mulai membidik pasar luar negeri. Farida memberi contoh kesuksesan koperasi di wilayah lain yang sudah mengekspor produk kuliner khas daerah menuju Malaysia dan Singapura.

“Kami di Kementerian Koperasi akan berkomunikasi dengan pihak terkait, seperti Smesco dan Kementerian Perdagangan, agar UMKM kita tidak hanya jago kandang, tapi juga bisa menembus pasar internasional," katanya.

Terkini