Konser Intim, Cara Idgitaf Bangun Kedekatan Bareng Fans

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:19:31 WIB
Solois wanita, Idgitaf. (Foto: NET)

JAKARTA - Solois wanita, Idgitaf, mengungkapkan bahwa menggelar pertunjukan intim (intimate shows) merupakan cara yang amat efisien bagi para musisi dalam menjaga dan mempertahankan komunitas penggemar mereka. 

Ikatan emosi yang mendalam antara seorang musisi dan audiensnya dianggap lebih gampang terwujud lewat wadah apresiasi yang sifatnya lebih personal.

"Sebenarnya hal yang sangat-sangat efektif untuk merawat penggemar saya adalah pertunjukan intim. Mereka membeli tiket saya hanya untuk melihat saya berinteraksi dengan mereka," ujar Idgitaf saat menjadi panelis dalam diskusi industri musik bersama Spotify di kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026).

Idgitaf memaparkan bahwa panggung luring semacam itu tak memerlukan tata lampu yang mewah ataupun busana yang megah. Aksi panggung yang simpel bahkan cuma bermodalkan satu gitar telah memadai untuk para penikmat musik menikmati konser sekaligus memahami sang musisi secara lebih dekat. 

Lewat skema itu, komunikasi dua arah seperti saling berbagi candaan bisa terwujud secara alami.

Penyanyi yang memopulerkan tembang hit bertajuk "Satu-Satu" tersebut membagikan kisahnya ketika menyelenggarakan tiga sampai empat pertunjukan intim pada tahun kemarin. 

Agenda itu sengaja dirancang terbatas dengan cuma memuat sekitar 100 hingga 200 penonton supaya ia dapat menatap langsung mata para pendengar setianya. Pembatasan kuota penonton ini terbukti berhasil menghadirkan suasana konser yang terasa amat dekat serta mendalam.

Berdasarkan penuturan Idgitaf, nilai utama dari konser tersebut ialah terciptanya hubungan nyata terhadap karya musik yang kerap didengarkan oleh publik dalam aktivitas sehari-hari. 

Ia memberikan gambaran bagaimana para penikmat musik yang umumnya meresapi lagu berjudul "Takut" seorang diri di perjalanan, saat ini bisa merasakan momen emosional itu bersama-sama secara langsung. 

Pengalaman komunal tersebut dianggap bisa menggeser status seseorang yang awalnya cuma penikmat biasa menjadi bagian dari kelompok penggemar resmi.

Halaman :

Terkini