Pemadaman Listrik Berlanjut, PLN Dituntut Beri Kompensasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:40:02 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam. (Foto: NET)

JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam meminta PT PLN (Persero) untuk memberikan kompensasi kepada warga serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dirugikan oleh pemadaman listrik bergilir di sejumlah daerah dalam beberapa minggu terakhir.

"PLN dan Pemerintah wajib memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak pemadaman listrik bergilir, terutama pelaku usaha yang mengalami kerugian. Harus ada pihak yang bertanggung jawab atas kerugian rakyat ini," kata Mufti, Selasa (23/6/2026).

Menurut Mufti, kompensasi adalah bentuk tanggung jawab atas kualitas pelayanan publik yang tidak optimal. Ia menegaskan bahwa masyarakat berhak memperoleh kompensasi tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025.

"Jangan jadikan rakyat sebagai korban sekaligus penanggung risiko. Ketika listrik padam, usaha berhenti, dagangan rusak, produksi terganggu, dan pendapatan hilang. Karena itu, kompensasi adalah kewajiban, bukan belas kasihan," tegas politikus PDI-P tersebut.

Mufti menambahkan, kerugian akibat pemadaman ini memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. 

"Karena bagi rakyat hari ini, satu rupiah pun sangat berharga. Satu hari usaha tutup berarti hilangnya penghasilan keluarga. Satu kulkas rusak berarti bertambahnya beban hidup. Dan satu rumah terbakar bisa telah menghapus hasil kerja bertahun-tahun," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyebut sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik sehingga pemadaman bergilir dapat dikurangi. Hal tersebut disampaikan saat hendak bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (22/6/2026).

"Kami ingin menyampaikan kabar baik, bahwa pemadaman bergilir yang terjadi minggu lalu di Pulau Jawa, mulai kemarin hari Minggu, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik. Dan pemadaman bergilir berhasil diminimalisir," ujar Darmawan.

Darmawan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Ia menjelaskan bahwa gangguan teknis pada dua pembangkit besar milik mitra PLN pekan lalu telah diatasi. 

"Dan untuk itu, kami minggu lalu langsung menurunkan tim PLN bersama dengan mitra kami untuk melakukan perbaikan. Dan ada kabar yang baik, tadi malam satu pembangkit besar berhasil dipulihkan dan sinkron dengan sistem kelistrikan di Pulau Jawa dan mulai memasok listrik untuk sistem di Pulau Jawa," tambahnya.

Terkini