Kemenag Ajak Publik Ikut Gerakan Verifikasi Arah Kiblat Nasional

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:03:31 WIB
Ilustrasi arah kiblat. [Foto: via bloombergtechnoz.com]

JAKARTA - Kementerian Agama mengimbau warga Indonesia untuk ikut serta dalam Gerakan 1.448.000 Titik Verifikasi Arah Kiblat Nasional: Hari Sejuta Arah Kiblat yang bakal diselenggarakan pada 15-16 Juli 2026, selaku bagian dari agenda Peaceful Muharam.

“Melalui Gerakan 1.448.000 Verifikasi Arah Kiblat Nasional kami ingin mengajak masyarakat memastikan arah kiblat secara mudah dan akurat dengan memanfaatkan fenomena alam yang telah lama dikenal dalam tradisi ilmu falak,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Arsad menuturkan agenda tersebut mempergunakan fenomena posisi matahari yang tepat di atas Kakbah demi menolong warga mengecek arah kiblat secara gampang, jitu, dan serempak di seantero Indonesia.

Bukan sekadar bagian dari peringatan Tahun Baru Islam, agenda ini pun diharapkan mampu menjadi media edukasi publik yang menyuguhkan faedah nyata lewat penguatan literasi keagamaan serta ilmu falak.

Arsad memaparkan peristiwa astronomi yang berlangsung dua kali setahun ini merupakan kans terunggul buat menjalankan pengecekan arah kiblat secara mandiri.

“Ini adalah momentum edukasi sekaligus penguatan kualitas ibadah umat,” ujar Arsad.

Ia menerangkan kegiatan ini menyasar para penghulu, penyuluh agama Islam, pengurus masjid dan mushala, kalangan pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi, ormas Islam, hingga masyarakat luas.

Kementerian Agama membidik keterlibatan sekurang-kurangnya 1.448.000 orang dari segala penjuru Indonesia serta menyiapkan pendaftaran rekor ke Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 

Jumlah itu diposisikan sebagai lambang tahun 1448 Hijriah yang menjadi waktu bergulirnya gerakan nasional ini.

Berdasarkan penjelasan Arsad, arah kiblat mempunyai esensi penting dalam kehidupan kaum Muslim karena menjadi lambang persatuan umat yang menghadap ke satu poros yang sama, yakni Kakbah. 

Oleh sebab itu, edukasi terkait arah kiblat mesti terus dipadatkan lewat metode yang simpel, ilmiah, serta gampang dipraktikkan publik.

Gerakan tersebut selaras dengan instruksi Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mendorong penguatan pelayanan keagamaan yang membawa dampak, inklusif, serta berlandaskan maslahat.

Pemanfaatan ilmu falak dalam aktivitas beragama, sebut Arsad, memperlihatkan bahwa sains dan nilai-nilai spiritual dapat berjalan beriringan guna menghadirkan manfaat untuk umat.

Sementara itu, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Ismail Fahmi menjabarkan pengecekan arah kiblat ini bakal memanfaatkan peristiwa Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat, ialah saat matahari berada tepat di atas Kakbah. 

Di saat tersebut, bayangan dari objek yang berdiri tegak bisa difungsikan sebagai penunjuk arah kiblat dengan kadar akurasi yang amat tinggi.

“Fenomena ini akan terjadi pada 15 dan 16 Juli 2026 sekitar pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Masyarakat cukup menyiapkan benda yang berdiri tegak lurus, kemudian mengamati arah bayangannya pada waktu tersebut untuk mengetahui arah kiblat,” kata Ismail.

Ia mengemukakan teknik Rashdul Kiblat terhitung sebagai salah satu sistem paling praktis dalam ilmu falak lantaran bisa dikerjakan tanpa instrumen khusus. 

Warga dapat mempraktikkannya di rumah, masjid, mushala, sekolah, kampus, ataupun tempat terbuka yang terpapar pancaran matahari secara langsung ketika pengamatan.

Menurut Ismail, warga yang berminat ikut serta dapat mendaftarkan diri lewat tautan https://indonesiaberkiblat.kemenag.dev. 

Melalui wadah digital tersebut, para peserta bisa memperoleh data pelaksanaan agenda sekaligus menjadi bagian dari gerakan nasional yang dihelat bersamaan di seluruh Indonesia.
 

Terkini