Proyek Tanggul Laut Pantura, Pemerintah Siapkan Cetak Biru Strategis

Senin, 22 Juni 2026 | 22:39:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: NET)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah mematangkan cetak biru proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di pantai utara (pantura) Jawa guna mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut.

Ia menuturkan, proyek ini tidak sekadar berfungsi melindungi pesisir dari dampak perubahan iklim, namun juga dirancang untuk menciptakan nilai ekonomi yang luas bagi masyarakat.

“Kami berharap tahun ini ada progres yang lebih nyata. Sebab, yang dibangun bukan hanya tanggul, tetapi juga blueprint pengembangan kawasan pantura agar lebih berkembang secara ekonomi,” kata AHY di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Menko menjelaskan, tanggul laut raksasa Pantura Jawa merupakan proyek berskala besar yang membutuhkan waktu pengerjaan panjang, mengingat cakupan wilayah yang luas serta melibatkan banyak pemangku kepentingan.

Ia menyebut pembangunan proyek ini didorong oleh urgensi melindungi kawasan pesisir utara Jawa dari risiko kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim serta fenomena penurunan muka tanah di sejumlah daerah.

Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur pelindung pantai, tetapi juga menyusun rancangan pengembangan kawasan yang mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang. Guna mendukung kebutuhan pembiayaan yang besar, pemerintah menyiapkan skema land value capture.

“Kami menawarkan konsep land value capture untuk mendatangkan investasi yang dibutuhkan karena kebutuhan anggarannya sangat besar,” ujarnya.

Menurut AHY, pembangunan proyek tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong terciptanya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta menjaga kawasan industri strategis dan ekonomi khusus yang telah eksis di sepanjang Pantura Jawa.

Ia menambahkan, pemerintah terus mengoordinasikan berbagai kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah dalam menyiapkan proyek tersebut.

"Kami mengoordinasikan tidak hanya kementerian dan lembaga di tingkat pusat, tetapi juga melibatkan lima provinsi, 20 kabupaten, dan lima kota," ujar dia.

AHY memaparkan, pengembangan tanggul laut raksasa direncanakan mencakup kawasan pantura mulai dari Banten hingga Jawa Timur dengan bentang panjang mencapai 575 kilometer (km). Adapun tahap awal pengembangan difokuskan pada wilayah Teluk Jakarta serta koridor Demak-Semarang-Kendal.

Selain membangun tanggul laut dan tanggul pantai, pemerintah juga mengombinasikan pendekatan infrastruktur dengan solusi berbasis alam, seperti penanaman mangrove.

“Dengan demikian, biaya dapat ditekan dan hasilnya lebih baik serta berkelanjutan,” ucap AHY.

Terkini