Presiden Prabowo Fokus Benahi Rumah Tidak Layak Huni di Indonesia

Senin, 22 Juni 2026 | 18:17:31 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. (Foto: NET)

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap aspek-aspek mendasar, seperti pemenuhan kebutuhan perumahan bagi warga.

"Bapak Presiden sangat peduli dengan rakyat kecil termasuk urusan perumahan karena itu hal mendasar yang sangat diperlukan oleh masyarakat," ujarnya saat berada di Jayapura, Papua, Senin (22/6/2026).

Tito menjelaskan bahwa terdapat sekitar 30 juta rumah tidak layak huni yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah terus berkomitmen melakukan upaya pengurangan jumlah hunian tersebut agar permasalahan ini dapat segera teratasi.

"Dengan adanya program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan," tuturnya.

Ia menambahkan, keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan perumahan dengan dukungan fasilitas pemerintah diyakini mampu menuntaskan masalah hunian. Khusus di Papua, sekitar 30 persen penduduk masih menempati rumah yang tidak layak.

"Sehingga kami memberikan apresiasi kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP) membatu masyarakat melalui program bedah rumah dan mendorong pihak swasta untuk membangun perumahan bagi masyarakat," katanya lagi.

Tito memaparkan data bahwa terdapat sekitar 71.500 unit rumah tidak layak huni di Papua. Persentase rumah tidak layak huni di Provinsi Papua mencapai 32,5 persen, sementara di Papua Pegunungan angkanya mencapai kisaran 80 persen.

Pihaknya berharap program BSPS ini tidak sekadar meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen bagi pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan.

Terkini