Jerman Hadapi Ujian Berat Lawan Pantai Gading di Grup E

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:45:02 WIB
Jerman vs Pantai. (Foto: NET)

JAKARTA – Sejauh ini, Jerman menjadi kontestan Piala Dunia 2026 yang paling agresif dalam menusuk pertahanan lawan melalui lini tengah. Hal itu terlihat dari frekuensi penetrasi mereka ke sepertiga akhir lapangan saat menundukkan Curacao. 

Dari total serangan yang dibangun, 23 kali dilakukan lewat tengah, 46 kali via kedua sayap, dan 12 kali melalui area half-space.

Meskipun demikian, hanya satu dari tujuh gol Jerman ke gawang Curacao yang berawal dari skema serangan tengah. Gol tersebut tercipta saat Deniz Undav mencuri bola di area sentral dan mengalirkannya dengan cepat kepada Kai Havertz, yang kemudian sukses menuntaskannya. 

Walaupun paling sering menekan dari tengah dibandingkan tim lain di Piala Dunia 2026, skuad asuhan Julian Nagelsmann tetap mengandalkan eksplorasi sayap untuk menembus pertahanan lawan. 

Joshua Kimmich dan rekan-rekan juga mendominasi seluruh aspek permainan, mulai dari penguasaan bola yang mencapai 65 persen hingga penciptaan 26 peluang, di mana 12 di antaranya tepat sasaran.

Sebagai juara dunia empat kali dan penghuni peringkat 9 FIFA, Jerman terlalu perkasa bagi debutan Curacao yang duduk di peringkat 83. Namun, pada Minggu (21/6) dini hari pukul 03.00 WIB di Toronto Stadium, Kanada, Jerman akan menghadapi lawan yang lebih sepadan, yaitu Pantai Gading. 

Walaupun secara peringkat dunia Pantai Gading berada di urutan ke-30, Franck Kessie dan kawan-kawan bertekad membuktikan bahwa hasil laga tidak ditentukan oleh posisi di peringkat FIFA. Mereka telah membuktikannya saat mengalahkan Ekuador 1-0, meskipun tim Amerika Selatan itu berada di atas mereka.

Pantai Gading sukses mengeksploitasi titik lemah Ekuador di sektor kiri melalui kemitraan bek kanan Guela Doue dan winger Nicolas Pepe. Setelah Amad Diallo masuk, sayap kanan Pantai Gading menjadi kian berbahaya, apalagi ditambah dengan pergeseran Wilfried Singo ke posisi bek kanan. 

Kemitraan Singo dan Diallo inilah yang menjadi kunci terciptanya gol. Mereka akan menjadi faktor yang membuat laga melawan tim asuhan Julian Nagelsmann menjadi jauh lebih berat. Juara Afrika 2023 itu diprediksi akan sangat merepotkan Jerman, bukan hanya karena serangan cepat dan kuat, tetapi juga pertahanan yang sulit ditembus.

Nagelsmann dipaksa berpikir lebih keras dibandingkan laga pertama Grup E. Dia akan memberikan perhatian khusus pada sektor kanan permainan Pantai Gading, terutama jika Amad diturunkan sejak menit awal. Dari sisi Amad, Pantai Gading lebih aktif masuk ke sepertiga terakhir lapangan. 

Ini akan menjadi tugas khusus bagi Florian Wirtz dan Felix Nmecha sebelum sayap kanan lawan mengganggu Nathaniel Brown atau David Raum. Jika pertarungan sengit terjadi di sisi kiri, Jerman akan lebih aktif menyerang dari kanan dan tengah, mengingat Pantai Gading kurang optimal di sisi kiri dan tengah mereka.

Jerman memang diunggulkan, namun mereka sering kesulitan menghadapi tim asal Afrika. Dalam pertemuan terakhir di laga persahabatan 18 November 2009, Jerman harus bergantung pada dua gol Lukas Podolski untuk menghindari kekalahan dari Pantai Gading. 

Secara umum, tim Jerman di bawah asuhan Nagelsmann menawarkan harapan yang lebih cerah dibandingkan edisi sebelumnya. Kinerja mereka jauh lebih baik pasca-kegagalan di fase grup Piala Dunia 2018 dan 2022. Kini, mereka tampil lebih tajam berkat perubahan taktik ke gaya bermain yang lebih cepat dan agresif.

Gaya ini dijalankan dengan baik berkat kehadiran talenta muda seperti Jamal Musiala dan Florian Wirtz. Faktanya, sejak dikalahkan Slovakia pada September 2025, Jerman menyapu bersih 10 pertandingan terakhir dengan kemenangan. Namun, Pantai Gading juga dalam performa impresif karena hanya sekali kalah dalam 10 laga terakhir. 

Catatan tersebut membuat laga di Toronto Stadium ini menjadi jaminan tontonan yang menarik, terutama karena kedua tim sama-sama mengusung permainan terbuka yang atraktif.

Terkini