DKFT Siapkan Revisi RKAB untuk Tambah Kuota Produksi Bijih Nikel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06:01 WIB
Direktur Central Omega Resources, Andi Jaya. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) tengah mempersiapkan pengajuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Langkah ini diambil untuk meminta penambahan kuota produksi bijih nikel bagi semester kedua tahun 2026.

Direktur Central Omega Resources, Andi Jaya menjelaskan bahwa kuota produksi yang didapat DKFT dalam RKAB 2026 mengalami penyusutan sekitar 35% jika dibandingkan tahun sebelumnya. 

Sebagai acuan, realisasi volume produksi bijih nikel perusahaan pada 2025 mencapai 2,92 juta ton. Akibat pemangkasan kuota tersebut, DKFT melakukan penyesuaian target penjualan bijih nikel menjadi 1,9 juta ton, lebih rendah dari capaian volume penjualan tahun 2025 yang berada di angka 3,02 juta ton.

Demi mengoptimalkan kapasitas produksi serta menjaga performa penjualan, DKFT akan mengajukan tambahan kuota. Saat ini, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM telah membuka peluang bagi perusahaan tambang untuk mengajukan revisi RKAB pada Juli 2026.

Andi belum merinci besaran tambahan kuota yang akan diajukan. Namun, dirinya memberi gambaran bahwa perusahaan ingin mengoptimalkan produksi bijih nikel mendekati angka 4 juta ton tahun ini. 

"Kami berencana untuk mengajukan revisi RKAB pada bulan Juli mendatang, dengan target kuota produksi tetap dioptimalkan kembali menuju angka 4 juta ton," kata Andi, Kamis (18/6/2026).

Mengenai sisa kuota saat ini, Andi belum memaparkannya secara mendetail. Ia hanya memastikan bahwa kegiatan operasional penambangan bijih nikel tetap berjalan lancar sesuai kuota yang tersedia. 

"Kami masih aman," imbuh Andi.

Sepanjang kuartal I-2026, realisasi produksi bijih nikel DKFT mencapai 554.376 ton, atau menurun 44,37% dibandingkan produksi 996.598 ton pada periode serupa tahun lalu. Sementara itu, volume penjualan bijih nikel terkoreksi 19,01% secara tahunan (yoy) dari 932.014 menjadi 754.860 pada kuartal I-2026.

Meskipun begitu, DKFT tetap mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih. Penjualan tumbuh 20,20% (yoy) dari Rp 420,96 miliar menjadi Rp 506,01 miliar. Adapun laba bersih melonjak 72,97% (yoy) dari Rp 137,85 miliar menjadi Rp 238,45 miliar hingga Maret 2026.

Kinerja keuangan ini selaras dengan kenaikan harga jual rata-rata sekitar 43% (yoy) pada kuartal I-2026. 

"Pertumbuhan positif pada kuartal I-2026 dipicu oleh strategi optimalisasi momentum pasar dan pergeseran bauran penjualan (sales mix) produk kami," terang Andi.

Tahun ini, DKFT memproyeksikan pendapatan sekitar Rp 1,6 triliun dengan laba bersih Rp 628,9 miliar. 

"Kami akan terus memantau pergerakan pasar dan dinamika regulasi guna memastikan strategi operasional perusahaan tetap adaptif dan mampu menjaga target profitabilitas tersebut," tandas Andi.

Terkini