Davino Satria Lakukan Evaluasi Total Usai Gagal Podium di MFoS 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:06:01 WIB
Pembalap andalan HDM Team, Davino Satria. (Foto: NET)

JAKARTA – Pebalap andalan HDM Team, Davino Satria, berpartisipasi dalam ajang balap Mandalika Festival of Speed (MFoS) yang diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 13-14 Juni 2026. 

Dalam kompetisi tersebut, ia turun di kelas Indonesia Touring Car Race (ITCR) 1200 Non Seeded dengan mengandalkan Honda Brio hasil racikan bengkel ASCO Motortuning. Namun, hasil akhir seri ini diakui belum memenuhi target yang ditetapkan oleh tim.

Pada balapan pertama (race 1), Davino harus berjuang keras setelah memulai perlombaan dari urutan ke-23. Setelah melalui persaingan sengit, ia berhasil menyentuh garis finis di posisi kelima (P5) untuk kategori Non Seeded. 

Sementara pada race 2, nasib kurang berpihak padanya, sehingga ia gagal meraih podium dan harus puas finis di posisi ketujuh (P7).

“Kalau bicara hasil akhir, tentu belum sepenuhnya sesuai dengan target, karena target saya datang ke Mandalika adalah bisa naik podium di kelas non-seeded,” kata Davino, dalam keterangan resminya.

Walau begitu, pebalap muda ini tetap mengambil hikmah positif dari perkembangan performa mobil dan dirinya sepanjang akhir pekan. 

“Mulai dari sesi kualifikasi hingga dua balapan, saya merasa perkembangan saya cukup positif sebagai rookie di kelas ITCR 1200. Banyak pelajaran yang didapat dan itu menjadi modal yang baik untuk putaran berikutnya,” ujar Davino.

Mengenai jalannya perlombaan, Davino menjelaskan bahwa momentum saat start menjadi kendala utama yang akan menjadi poin evaluasi penting pasca-MFoS. 

“Standing start di balap mobil masih menjadi hal yang perlu saya pelajari dan sempurnakan lagi karena berbeda dengan yang biasa saya jalani sebelumnya. Selain itu, persaingan di lap-lap awal juga sangat ketat sehingga saya harus cepat beradaptasi dengan situasi balapan dan menjaga konsentrasi sepanjang race,” katanya.

Peta persaingan di kelas ITCR 1200 memang sangat kompetitif. Meski pengalaman dari dunia gokart membantunya, Davino menilai intensitas balap mobil murni jauh lebih tinggi, terutama dengan karakter lawan yang sangat agresif. 

“Dibandingkan dengan gokart yang selama ini saya jalani, pertarungan di balap mobil terasa lebih intens karena banyak pebalap yang sangat agresif dalam mencari posisi dan memanfaatkan setiap peluang untuk menyalip. Namun justru dari situ saya banyak belajar tentang racecraft, cara membaca situasi balapan, serta bagaimana tetap tenang saat berada di tengah persaingan yang sangat ketat,” kata Davino.

Berkaca dari hasil di Sirkuit Mandalika, Davino dan HDM Team langsung fokus melakukan evaluasi menyeluruh. Data telemetri dari balapan akan digunakan untuk menemukan setup mobil paling ideal yang sesuai dengan gaya berkendaranya. 

“Masih banyak hal yang bisa ditingkatkan, terutama dari sisi adaptasi, teknik start, dan konsistensi selama balapan. Saya juga ingin lebih banyak latihan bersama tim untuk menemukan setup mobil yang paling cocok dengan gaya mengemudi saya. Harapannya di putaran berikutnya saya bisa tampil lebih kompetitif, berada di posisi yang lebih depan, dan tentunya berjuang untuk meraih podium bahkan kemenangan,” ujarnya.

Terkini